Pembinaan Usia Dini Lamongan Disorot, Sistem Baru Diuji

oleh -18 Dilihat
oleh
Pembinaan Usia Dini Lamongan Disorot, Sistem Baru Diuji
Pelaksanaan technical meeting kompetisi usia dini tahun 2026, yang digelar PSSI Lamongan
banner 468x60

Lamongan, Garudasatunews.id – Upaya PSSI Lamongan memperkuat pembinaan usia dini melalui tiga kompetisi baru dan sistem digital terpusat memunculkan sorotan terhadap kesiapan implementasi dan konsistensi pembinaan jangka panjang.

Organisasi tersebut menambah kompetisi baru kategori U-14 bertajuk Youth Elite Soccer League, melengkapi dua ajang yang telah berjalan sebelumnya yakni Liga Anak Megilan U-10 dan U-12 serta Turnamen Pelajar. Langkah ini diklaim sebagai upaya membangun sistem kompetisi berjenjang yang lebih terstruktur.

Ketua PSSI Lamongan, Edy Yunan Achmadi, menyebut seluruh kompetisi akan melibatkan klub, sekolah sepak bola (SSB), hingga lembaga pendidikan. Namun, perluasan skema ini juga menuntut kesiapan manajemen kompetisi yang selama ini kerap menjadi kendala di tingkat daerah.

Tahapan awal seperti pengundian peserta telah dilakukan, sementara jadwal pertandingan masih menunggu rilis resmi. Kondisi ini menunjukkan proses masih berada pada fase persiapan, di tengah tuntutan agar kompetisi berjalan konsisten dan tidak berhenti di tengah jalan seperti yang kerap terjadi pada turnamen usia dini.

Selain kompetisi, PSSI Lamongan meluncurkan sistem digital SIP LA (Sistem Informasi PSSI Lamongan) untuk mengintegrasikan data pemain. Platform ini diklaim sebagai terobosan, namun efektivitasnya sangat bergantung pada akurasi data, kedisiplinan input, serta pengawasan berkelanjutan.

Sistem digital tersebut disebut mirip dengan SIAP milik PSSI pusat, yang mencakup pendaftaran hingga administrasi pemain. Meski menjadi langkah maju, implementasi di daerah seringkali menghadapi kendala teknis dan sumber daya manusia.

PSSI Lamongan mengklaim belum ada daerah lain di Jawa Timur yang memiliki sistem serupa. Namun, keberhasilan program ini tidak hanya ditentukan oleh inovasi, melainkan pada konsistensi pelaksanaan, transparansi, dan keberlanjutan pembinaan.

Dengan kombinasi kompetisi berjenjang dan digitalisasi, program ini berpotensi meningkatkan kualitas pemain muda. Namun tanpa evaluasi ketat dan komitmen jangka panjang, inisiatif tersebut berisiko menjadi proyek sesaat tanpa dampak signifikan bagi perkembangan sepak bola daerah.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.