MADIUN, Garudasatunews.id – Puncak panen raya durian membawa berkah bagi petani di Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Dalam sehari, penjualan durian bisa menembus 700 buah.
Winanto, petani sekaligus penjual durian di Dusun Segulung, Kecamatan Dagangan, mengatakan stok saat panen raya mencapai 500 hingga 1.000 buah per hari. “Dalam sehari bisa terjual sekitar 700 buah,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
Durian yang dijual berasal dari kebun miliknya dan petani sekitar. Varian yang tersedia cukup lengkap, mulai durian lokal khas Segulung hingga jenis premium seperti Montong, Bawor, Kani, Musang King, dan Duri Hitam.
Meski begitu, durian lokal paling diminati pembeli karena harganya lebih terjangkau. “Durian lokal lebih laku karena harganya ramah di kantong,” kata Winanto.
Harga durian lokal dibanderol mulai Rp25.000 untuk ukuran kecil, sementara ukuran besar bisa mencapai Rp150.000. Soal rasa, durian Madiun dikenal bervariasi, dari manis hingga manis pahit yang kini banyak dicari pembeli.
Winanto menyebut panen durian mulai berlangsung sejak Oktober, ramai pada Desember, dan mencapai puncak pada Januari hingga awal Februari.
Salah satu pembeli asal Ponorogo, Annisa, mengaku sengaja datang ke Segulung karena durian Madiun terkenal manis dan murah. “Harganya terjangkau, rasanya enak, dan bisa makan langsung di suasana pegunungan,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Rahma, pelanggan setia sentra durian Dagangan. “Pilihan lengkap, tinggal sesuaikan budget. Suasananya juga sejuk dan nyaman,” katanya. (Red-Garudasatunews)














