PONOROGO Garudasatunews.id – Modus penipuan berkedok terapi kesehatan kembali memakan korban di Kabupaten Ponorogo. Empat orang tak dikenal diduga menggasak uang tunai Rp10 juta dan perhiasan emas seberat 33 gram milik pasangan lansia di Desa Kalimalang, Kecamatan Sukorejo.
Korban adalah Bonari dan Mistun, warga setempat. Komplotan tersebut diduga menyamar sebagai tenaga terapi kesehatan untuk bisa masuk ke dalam rumah korban.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis (5/3/2026) siang ketika empat orang tak dikenal datang bertamu ke rumah korban. Mereka terdiri dari dua perempuan dan dua laki-laki yang diperkirakan berusia sekitar 20 tahun.
Anak korban, Dian Rianto, mengatakan para pelaku datang menggunakan mobil dan langsung berhenti di halaman rumah. Tanpa menaruh curiga, kedua orang tuanya mempersilakan mereka masuk.
“Empat orang itu datang menawarkan terapi kesehatan. Orang tua saya baru sadar uang dan emas hilang dua hari kemudian, pada Sabtu malam,” ujar Dian saat ditemui di rumah korban, Senin (9/3/2026).
Saat berada di dalam rumah, para pelaku diduga mulai menjalankan aksinya dengan berpura-pura meminta izin menggunakan kamar mandi secara bergantian. Bahkan Mistun sempat mengantar salah satu dari mereka menuju kamar mandi.
Aksi pencurian diduga terjadi ketika kedua korban diminta berbaring untuk menjalani terapi kesehatan. Pada saat itulah salah satu pelaku laki-laki kembali meminta izin ke kamar mandi yang berada dekat kamar penyimpanan barang berharga.
Kesempatan tersebut diduga dimanfaatkan untuk menggasak uang tunai Rp10 juta dan perhiasan emas seberat 33 gram yang disimpan di dalam lemari kamar.
“Ibu saya baru sadar setelah mengecek lemari. Uang dan perhiasan yang disimpan di dalam sudah tidak ada,” kata Dian.
Ia menambahkan, ibunya baru mengecek barang berharga tersebut setelah dirinya mengingatkan agar orang tuanya tidak mudah membuka pintu bagi tamu yang tidak dikenal.
Kepala Desa Kalimalang, Riyadi, membenarkan adanya laporan pencurian yang menimpa pasangan lansia tersebut. Pemerintah desa kemudian menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sejumlah titik untuk mengidentifikasi kendaraan yang digunakan pelaku.
“Hasil pengecekan CCTV terlihat ada mobil masuk wilayah Desa Kalimalang melalui jalan poros dan berhenti di rumah korban,” jelas Riyadi.
Kasus pencurian dengan modus terapi kesehatan ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Aparat diharapkan segera mengungkap identitas komplotan tersebut sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus kejahatan yang marak menjelang Lebaran. (Red-Garudasatunews)














