Madura United Terpuruk di Zona Degradasi

oleh -32 Dilihat
oleh
Madura United Terpuruk di Zona Degradasi
Pemain Madura United menyambangi tribun suporter usai laga Super League di Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan.
banner 468x60

PAMEKASAN, Garudasatunews.id – Madura United FC terjerembab ke zona merah degradasi setelah gagal meraih poin saat bertandang ke markas Persita Tangerang pada pekan ke-25 Super League 2025–2026 di Stadion Indomilk Arena, Sabtu (7/3/2026).

Dalam laga tersebut, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab harus menelan kekalahan telak 4-1 dari tuan rumah Persita. Hasil itu memperpanjang tren negatif Madura United yang kembali gagal mendulang poin penting di tengah persaingan ketat papan bawah klasemen.

Akibat kekalahan tersebut, Madura United kini terlempar ke posisi 16 klasemen sementara dengan koleksi 20 poin dari 25 pertandingan. Ironisnya, jumlah laga yang telah dijalani justru melampaui total poin yang berhasil mereka kumpulkan sepanjang musim ini.

Dari 25 pertandingan, tim kebanggaan suporter Madura Bersatu hanya mampu mencatatkan empat kemenangan dan delapan hasil imbang, sementara 13 pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan. Produktivitas tim juga terbilang rendah dengan hanya mencetak 24 gol, sementara lini pertahanan sudah kebobolan 42 gol.

Perolehan 20 poin tersebut sejatinya identik dengan milik Persis Solo yang berada di posisi 15 klasemen. Namun Persis masih unggul dalam selisih gol sehingga mampu bertahan satu tingkat di atas zona degradasi.

Situasi klasemen semakin rumit karena Semen Padang yang berada di posisi 17 juga memiliki koleksi poin yang sama. Meski demikian, Madura United masih sedikit lebih baik dari sisi jumlah gol yang dicetak dibandingkan Kabau Sirah.

Kondisi ini menjadi tekanan serius bagi klub milik Achsanul Qosasi yang selama beberapa musim terakhir dikenal sebagai salah satu tim papan atas kompetisi.

Pelatih Madura United, Carlos Periera, mengakui timnya tengah berada dalam situasi sulit dan menuntut respons cepat dari seluruh pemain.

“Para pemain mengerti dengan kondisi ini, dan kita harus segera keluar dari situasi ini,” ujarnya.

Ia menegaskan tidak ada satu pun elemen tim yang merasa nyaman dengan posisi tersebut dan menuntut perbaikan menyeluruh agar kesalahan yang sama tidak kembali terulang pada pertandingan berikutnya.

Madura United masih memiliki beberapa pertandingan krusial untuk menyelamatkan diri dari ancaman degradasi. Namun tantangan yang menanti terbilang berat.

Pada pekan ke-26 Super League, Madura United dijadwalkan menghadapi Borneo FC di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan, Minggu (5/4/2026). Laga tersebut menjadi ujian besar karena Borneo FC saat ini menempati posisi runner up klasemen dengan koleksi 53 poin.

Tim berjuluk Pesut Etam tersebut baru menelan lima kekalahan sepanjang musim dan telah mencatatkan 17 kemenangan, menjadikan mereka salah satu tim paling konsisten di kompetisi musim ini.

Situasi ini memaksa Madura United memanfaatkan jeda kompetisi untuk melakukan evaluasi menyeluruh, memperbaiki performa tim, dan mengakhiri rangkaian hasil buruk agar mampu keluar dari ancaman degradasi. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.