Madura United Terancam Degradasi, Finishing Jadi Sorotan

oleh -68 Dilihat
oleh
Madura United Terancam Degradasi, Finishing Jadi Sorotan
Carlos Periera (kiri) memimpin latihan Madura United menjelang laga berat melawan tuan rumah Persita Tangerang, pada lanjutan Super League 2025-2026. [Gambar: Madura United]
banner 468x60

PAMEKASAN Garudasatunews.id – Madura United FC menghadapi tekanan serius jelang laga pekan ke-25 Super League melawan Persita Tangerang di Stadion Indomilk Arena, Sabtu (7/3/2026). Di tengah ancaman degradasi yang semakin dekat, pelatih Carlos Parreira mengakui masalah utama timnya saat ini terletak pada buruknya penyelesaian akhir.

Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu kini berada dalam posisi rawan di klasemen. Selisih poin yang hanya terpaut dua angka dari zona degradasi membuat Madura United tidak memiliki banyak ruang untuk kehilangan poin pada laga tandang tersebut.

Carlos Parreira menegaskan pembenahan finishing menjadi fokus utama dalam persiapan singkat timnya. Dalam beberapa pertandingan terakhir, lini depan Madura United dinilai gagal memanfaatkan peluang emas yang seharusnya bisa mengubah hasil pertandingan.

Kondisi itu terlihat jelas pada laga pekan ke-24 Super League saat Madura United takluk 1-2 dari Malut United di Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP), Pamekasan, Selasa (3/3/2026). Meski menciptakan sejumlah peluang berbahaya, tim tuan rumah gagal mengonversinya menjadi gol.

“Pada laga sebelumnya melawan Malut United, setidaknya kami memiliki lima peluang emas untuk mencetak gol. Namun kami gagal memaksimalkannya, dan itu menjadi masalah besar di momen krusial,” ujar Parreira, Jumat (6/3/2026).

Persiapan tim menuju laga kontra Persita juga tergolong minim. Para pemain hanya memiliki waktu sekitar tiga hari untuk memulihkan kondisi fisik sekaligus menyiapkan strategi setelah pertandingan sebelumnya.

Menurut pelatih asal Brasil tersebut, waktu yang singkat membuat tim harus bekerja lebih keras untuk menjaga kondisi pemain agar tetap kompetitif di laga tandang.

“Kami hanya punya waktu tiga hari setelah pertandingan melawan Malut United. Pemain sebenarnya membutuhkan waktu pemulihan yang lebih, tetapi kami tetap harus optimistis meraih poin,” katanya.

Situasi semakin berat karena Madura United dipastikan tampil tidak dengan kekuatan penuh. Beberapa pemain andalan dilaporkan mengalami cedera, termasuk penyerang utama Junior Brandao yang selama ini menjadi salah satu tumpuan lini depan.

Meski demikian, Parreira menyatakan timnya tetap berusaha tampil maksimal dengan komposisi pemain yang tersedia demi mengamankan poin penting dalam upaya menjauh dari zona degradasi.

“Kami membawa pemain-pemain yang siap bertarung dan berharap bisa mendapatkan hasil positif pada pertandingan ini,” pungkasnya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.