Lintas Komunitas Mojowarno Berbagi Takjil Perkuat Toleransi

oleh -28 Dilihat
oleh
Lintas Komunitas Mojowarno Berbagi Takjil Perkuat Toleransi
Remaja dari lintas iman berpose di depan GKJW (Gereja Kristen Jawi Wetan) Mojowarno Jombang usai berbagi takjil.
banner 468x60

JOMBANG, Garudasatunews.id – Kolaborasi lintas komunitas terjadi di Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Mojowarno menggandeng Komisi Pembinaan Pemuda dan Mahasiswa (KPPM) Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno serta komunitas Gusdurian Jombang menggelar aksi berbagi takjil dan buka puasa bersama, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan GKJW Mojowarno itu menjadi ruang pertemuan berbagai komunitas lintas agama yang berupaya memperkuat komunikasi sosial sekaligus merawat toleransi di tengah masyarakat yang beragam.

Ketua PAC IPNU Mojowarno, A. Alkhakkul Yaqin, mengatakan kegiatan berbagi takjil telah menjadi agenda rutin tahunan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya sebatas pembagian makanan berbuka, tetapi juga sarana membangun hubungan sosial antarorganisasi.

“Berbagi di bulan Ramadan ini tujuannya untuk menumbuhkan toleransi beragama. Kegiatan ini setiap tahun kami laksanakan bersama dan menjadi ajang silaturahmi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas komunitas memberikan ruang pertemuan baru bagi para pemuda dari latar belakang organisasi yang berbeda untuk saling mengenal dan memperluas jaringan sosial.

“Selain berbagi kepada masyarakat, kami juga mendapat pengalaman baru dan bisa mengenal banyak pihak dari berbagai organisasi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KPPM GKJW Mojowarno, Novi Kartika Sari, mengungkapkan kegiatan serupa telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir dan terus berkembang. Awalnya hanya berupa pembagian takjil, namun kini menjadi forum dialog informal antar komunitas.

“Acara ini sudah berjalan bertahun-tahun. Dulu hanya berbagi takjil, sekarang berkembang menjadi ruang untuk saling berbincang dan mempererat hubungan,” jelasnya.

Koordinator Gusdurian Jombang, Ema Rahmawati, menilai keberlanjutan hubungan antarorganisasi sangat bergantung pada intensitas pertemuan dan kolaborasi. Tanpa interaksi langsung, menurutnya, potensi kesalahpahaman antar komunitas bisa semakin besar.

“Cara organisasi tetap bertahan dan guyup adalah dengan membuka ruang pertemuan dan kolaborasi. Jika tidak saling mengenal, kedekatan tidak akan tumbuh,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama lintas komunitas dinilai mampu menjadi sarana penyelesaian berbagai persoalan sosial melalui dialog terbuka dan kegiatan bersama.

Aksi berbagi takjil dan buka puasa bersama tersebut diharapkan dapat menjadi model kolaborasi sosial yang terus berlanjut, sekaligus memperkuat relasi antarumat beragama di wilayah Mojowarno dan sekitarnya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.