MADIUN, Garudasatunews.id – Kebakaran hebat yang menghanguskan ruko dua lantai di Desa Sidorejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Kamis (19/2/2026) pagi, dipastikan dipicu korsleting listrik pada mesin pertamini. Kepastian tersebut diperoleh setelah Tim Inafis Polres Madiun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai proses pemadaman selesai.
Kasatreskrim Polres Madiun AKP Agus Andi mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 09.50 WIB. Petugas segera menuju lokasi untuk melakukan penyelidikan dan memastikan sumber api.
Hasil pemeriksaan TKP dan keterangan saksi menunjukkan percikan api muncul dari korsleting mesin pertamini saat melayani pengisian BBM jenis Pertalite ke kendaraan konsumen.
Api kemudian dengan cepat merambat ke toko kelontong yang menyatu dengan area pompa mini. Banyaknya barang dagangan yang mudah terbakar membuat kobaran api sulit dikendalikan pada awal kejadian.
Di dalam bangunan juga terdapat stok kembang api yang turut memicu ledakan kecil sehingga mempercepat perambatan api hingga ke lantai dua ruko.
Saat kejadian, seorang karyawati bernama Vivi tengah melayani pembeli di bagian depan. Ia bersama para konsumen berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah percikan api muncul, sehingga tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Selain merusak bangunan dan seluruh isi toko, kebakaran juga menghanguskan satu unit mobil yang terparkir di dalam ruko. Total kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp1 miliar.
Polisi mengimbau pelaku usaha untuk rutin memeriksa instalasi listrik, khususnya pada peralatan berdaya tinggi seperti mesin pertamini yang berisiko tinggi karena berdekatan dengan bahan mudah terbakar.
Pemilik usaha diminta memastikan seluruh instalasi sesuai standar keselamatan guna mencegah korsleting yang dapat memicu kebakaran serupa.
(Red-Garudasatunews)














