BANYUWANGI, Garudasatunews.id – Koral hias hasil budidaya Kabupaten Banyuwangi semakin diminati pasar internasional, termasuk Asia, Amerika, dan Eropa. Produk unggulan ini dikembangkan Sri Kandi Aquarium di Kecamatan Kalipuro yang rutin mengekspor ke tiga benua.
Pemilik Sri Kandi Aquarium, I Ketut Sukandi, menjelaskan koral hias dipanen dari usia 3 bulan hingga 2 tahun sesuai permintaan pasar. Dua jenis primadona, Euphyllia dan Acropora, menjadi favorit karena varian warna eksotisnya.
Sebelum diekspor, koral dipersiapkan di 20 akuarium air laut dengan masing-masing menampung 200 koral siap ekspor. Tiap akuarium dilengkapi sirkulasi air dan pencahayaan Ultra Violet (UV) untuk menjaga kualitas.
Sejak mendapat izin ekspor dari kementerian pada 2011, permintaan terus meningkat, terutama dari China, Amerika Serikat, dan Eropa. Tiap pengiriman bisa mencapai 200 hingga 1.200 pieces dengan nilai sekitar USD 6.000 per ekspor.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengapresiasi pengembangan koral budidaya ini, menekankan kontribusinya pada pertumbuhan ekonomi sekaligus konservasi laut karena tidak mengambil koral langsung dari habitat aslinya.(Red-Garudasatunews)














