Keraton Surakarta Nyadran Leluhur di Pamekasan

oleh -137 Dilihat
oleh
Keraton Surakarta Nyadran Leluhur di Pamekasan
Keluarga Besar Keraton Surakarta, Solo, di kompleks Makam Raja Pamekasan, Pangeran Ronggosukowati di Kelurahan Kolpajung, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (16/2/2026).
banner 468x60

PAMEKASAN, Garudasatunews.id – Keluarga Besar Keraton Surakarta menggelar tradisi nyadran atau ziarah leluhur di Makam Raden Alsari alias Tjakra Adiningrat I, kompleks Makam Raja Pamekasan Pangeran Ronggosukowati, Kelurahan Kolpajung, Pamekasan, Jawa Timur, Senin (16/2/2026).

Rombongan keluarga keraton dipimpin Gusti Kanjeng Ratu Koes Moertiyah Wandansari, didampingi Gusti Kanjeng Ratu Ayus Gus Indriya, Raden Ayu Anita Madukusumo, serta Kanjeng Pangeran Haryo Wirabhumi. Turut hadir Wali Kota Salatiga Kanjeng Raden Ario Robby Nanuwijaya (Robby Hermawan) bersama istri Kanjeng Mas Ayu Retno Purnamaningrum, serta kerabat Keraton Surakarta lainnya.

Prosesi diawali doa bersama yang dipimpin keturunan Susuhunan Pakubuwana XII di pusara Adipati Tjakra Adiningrat I, dilanjutkan tabur bunga oleh Gusti Kanjeng Ratu Koes Moertiyah Wandansari dan keluarga. Rombongan kemudian berziarah ke Makam Pangeran Ronggosukowati yang berjarak sekitar 50 meter dari lokasi pertama.

Gusti Kanjeng Ratu Koes Moertiyah Wandansari, yang akrab disapa Gusti Moeng, menyatakan tradisi ini bertujuan menyambung ikatan keluarga yang telah terjalin sejak abad ke-18. Ia menyebut putri tertua Tjakra Adiningrat I, Raden Ajeng Handoyo, menikah dengan Pakubuwono IV, leluhur Keraton Surakarta.

“Tradisi nyadran ini dalam rangka menyambung keluarga yang sudah terjalin sejak abad ke-18,” ujarnya.

Ia menambahkan, nyadran ke Pamekasan rutin dilaksanakan setiap bulan Sya’ban menjelang Ramadan. Penelusuran jejak keluarga di Madura selama lima tahun akhirnya memastikan bahwa makam Tjakra Adiningrat I berada di Pamekasan.

“Ini tahun kelima kami ke sini. Sebelumnya ke Sumenep dan Bangkalan, setelah ditelusuri ternyata Tjakra Adiningrat ada di Pamekasan,” ungkapnya.

Ke depan, keluarga Keraton Surakarta berencana menjadikan tradisi nyadran di Pamekasan sebagai agenda tahunan sekaligus berkontribusi dalam perawatan makam leluhur di Bumi Pamelingan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.