JLS Blitar–Malang Tersendat, 13 Km Jadi Kunci

oleh -17 Dilihat
oleh
JLS Blitar–Malang Tersendat, 13 Km Jadi Kunci
JLS Jolo Sutro Kabupaten Blitar.
banner 468x60

BLITAR, Garudasatunews.id – Proyek strategis Jalur Lintas Selatan (JLS) penghubung Blitar–Malang memasuki fase krusial dengan menyisakan 13 kilometer ruas Sumbersih–Ringinrejo yang hingga kini belum rampung, menjadi titik penentu tersambungnya jalur ekonomi pesisir selatan Jawa Timur.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blitar, Agus Zaenal, mengungkapkan sebagian besar konektivitas dari arah barat telah terbentuk, termasuk sambungan dari Tulungagung hingga Sumbersih. Namun, ruas yang tersisa dinilai sebagai segmen paling vital sekaligus menantang dalam keseluruhan proyek.

Ruas sepanjang 13 kilometer tersebut menjadi bottleneck yang berpotensi menghambat fungsi utama JLS sebagai jalur distribusi logistik dan akses wisata. Tanpa penyelesaian segmen ini, konektivitas penuh antarwilayah belum dapat terealisasi secara optimal.

Di sisi lain, pengerjaan ruas Ringinrejo menuju kawasan wisata Pantai Jolo Sutro mulai berjalan tahun ini. Progres ini menunjukkan adanya percepatan di beberapa titik, namun belum menjawab hambatan utama pada ruas yang belum tersambung.

Pembangunan juga terus bergerak ke arah timur menuju perbatasan Malang. Meski demikian, disparitas progres antar segmen menimbulkan pertanyaan terkait konsistensi perencanaan dan kesiapan teknis di lapangan.

Pemerintah menargetkan sebagian besar jaringan JLS di wilayah Blitar dapat mendekati rampung pada akhir 2026. Namun capaian tersebut masih menyisakan ketergantungan besar pada penyelesaian ruas Sumbersih–Ringinrejo yang hingga kini belum menunjukkan kepastian waktu penyelesaian.

Proyek JLS selama ini diposisikan sebagai pengungkit ekonomi kawasan selatan yang tertinggal. Jalur ini diharapkan membuka akses wisata dan memperlancar distribusi barang, namun realisasi manfaat tersebut sangat bergantung pada konektivitas utuh yang belum sepenuhnya terwujud.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa meski progres fisik berjalan, tantangan utama masih terletak pada penyelesaian titik-titik kritis yang menentukan keberhasilan proyek secara keseluruhan.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.