Jamur Hitam di Rumah Picu Risiko Gangguan Kesehatan

oleh -28 Dilihat
oleh
Jamur Hitam di Rumah Picu Risiko Gangguan Kesehatan
Ilustrasi Black Mold yang berbahaya
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Keberadaan jamur di dalam rumah kerap dianggap sepele oleh penghuni. Padahal, pertumbuhan jamur terutama di area lembap seperti dinding, plafon, hingga saluran pendingin ruangan berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan jika tidak segera ditangani.

Jamur berkembang melalui spora berukuran sangat kecil yang dapat melayang di udara dan menempel pada permukaan lembap di dalam rumah. Dalam kondisi tertentu, spora tersebut membentuk koloni yang terus berkembang dan meningkatkan paparan terhadap penghuni rumah.

Sejumlah penelitian menyebut paparan jamur di dalam ruangan dapat memicu reaksi alergi seperti bersin, hidung meler, mata merah, hingga iritasi kulit. Kondisi tersebut bahkan dapat memperburuk penyakit pernapasan seperti Asma, terutama pada anak-anak dan kelompok rentan.

Paparan spora jamur juga dikaitkan dengan risiko Hypersensitivity Pneumonitis, yaitu peradangan paru-paru yang terjadi akibat sering menghirup partikel organik termasuk spora jamur.

Salah satu jenis jamur hitam yang kerap ditemukan di area lembap rumah adalah Stachybotrys chartarum. Jamur ini diduga dapat berdampak pada sistem saraf dengan gejala seperti sakit kepala, sulit berkonsentrasi, gangguan tidur, hingga penurunan daya ingat.

Selain itu, jamur juga menghasilkan gas bernama Microbial Volatile Organic Compounds yang menimbulkan bau apek di ruangan lembap. Paparan gas tersebut dapat memicu rasa pusing atau ketidaknyamanan bagi penghuni rumah.

Pengendalian kelembapan ruangan menjadi langkah utama untuk mencegah pertumbuhan jamur. Para ahli menyarankan tingkat kelembapan rumah dijaga pada kisaran 30 hingga 50 persen agar kondisi ruangan tidak terlalu lembap.

Sirkulasi udara juga perlu dijaga dengan baik, misalnya menggunakan exhaust fan saat memasak di dapur atau saat mandi di kamar mandi. Selain itu, kebocoran pada pipa atau atap rumah harus segera diperbaiki agar tidak menimbulkan area lembap yang menjadi tempat tumbuh jamur.

Area basah sebaiknya segera dikeringkan dalam waktu 24 hingga 48 jam untuk mencegah spora berkembang menjadi koloni jamur.

Jika jamur sudah muncul dalam area kecil, pembersihan dapat dilakukan secara mandiri dengan air dan deterjen. Namun saat membersihkan jamur, disarankan menggunakan alat pelindung seperti masker N95, sarung tangan karet, dan kacamata pelindung untuk menghindari paparan spora.

Apabila pertumbuhan jamur sudah meluas atau masuk ke dalam sistem ventilasi maupun pendingin ruangan, penanganan sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional karena pembersihan yang tidak tepat dapat menyebabkan spora menyebar ke seluruh rumah.

Karena itu, menjaga kelembapan, memperbaiki sumber kebocoran, serta memastikan ventilasi rumah berfungsi dengan baik menjadi langkah penting untuk mencegah pertumbuhan jamur sekaligus melindungi kesehatan penghuni rumah. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.