Imlek Gresik Dijaga Ketat Polisi

oleh -107 Dilihat
oleh
Imlek Gresik Dijaga Ketat Polisi
Pengurus klenteng Kim Hin Kiong menjelaskan sejarah berdirinya klenteng dihadapan Kapolres Gresik
banner 468x60

GRESIK, Garudasatunews.id – Pengamanan perayaan Tahun Baru Imlek 2026 di Kelenteng Kim Hin Kiong, Gresik, diperketat. Ratusan personel disiagakan untuk memastikan rangkaian ibadah berlangsung aman, tertib, dan kondusif di rumah ibadah tertua di Kota Santri tersebut.

Kapolres Gresik AKBP Ramadan Nasution turun langsung memimpin pengamanan di lokasi, Selasa (17/2/2026). Ia memastikan seluruh skema pengamanan berjalan maksimal, mulai dari pintu gerbang, area parkir, hingga pengaturan arus lalu lintas di sekitar kawasan klenteng.

“Kami ingin memastikan perayaan Imlek di Gresik berlangsung aman, tertib, dan penuh kedamaian. Pengamanan dilakukan secara maksimal dengan melibatkan seluruh unsur terkait,” tegas AKBP Ramadan Nasution.

Sejak malam pergantian tahun, ratusan umat Tionghoa memadati Kelenteng Kim Hin Kiong untuk melaksanakan doa dan ritual. Aparat melakukan pengamanan berlapis disertai patroli rutin guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Selain pengamanan fisik, pendekatan humanis juga dikedepankan untuk memberikan rasa nyaman bagi jemaat yang beribadah. Situasi selama perayaan terpantau aman dan terkendali.

Ketua Yayasan Kelenteng Kim Hin Kiong, Sutanto, mengapresiasi kehadiran dan komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan. Ia menilai langkah tersebut memperkuat pesan toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Gresik.

Kelenteng Kim Hin Kiong sendiri tercatat sebagai kelenteng tertua di Kabupaten Gresik dan Pulau Jawa. Berdasarkan prasasti, bangunan ini didirikan pada 1 Agustus 1153 oleh pedagang Tiongkok sebagai persembahan kepada Dewi Pelindung Lautan Ma Co Thian Siang Seng Boo. Usianya kini mencapai lebih dari 870 tahun.

Selain sebagai tempat ibadah Tri Dharma (Konghucu, Taoisme, dan Buddha), kelenteng ini menjadi saksi sejarah komunitas Tionghoa sejak era perdagangan maritim abad ke-12. Di tengah kawasan mayoritas Muslim, keberadaannya menjadi simbol nyata toleransi dan harmoni di Kabupaten Gresik. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.