SURABAYA, Garudasatunews.id – Kenaikan harga emas menjelang Hari Raya Idulfitri mulai memengaruhi pola belanja masyarakat di Surabaya. Tradisi membeli perhiasan emas untuk menyambut Lebaran masih terlihat di sejumlah pusat perbelanjaan, termasuk di kawasan DTC Wonokromo, namun jumlah pembeli dilaporkan tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.
Sejumlah pedagang perhiasan menyebut penjualan memang mengalami peningkatan dibanding hari biasa. Namun lonjakan tersebut tidak signifikan karena harga emas yang saat ini berada pada level tinggi membuat sebagian masyarakat lebih berhati-hati dalam mengeluarkan uang.
Tini, karyawan toko perhiasan Wahyu Ganesha di DTC Surabaya, mengatakan pembeli masih datang untuk mencari perhiasan emas menjelang Lebaran, meski jumlahnya tidak sebanyak tahun lalu.
“Penjualan memang naik dibanding hari biasa, tapi kalau dibandingkan Lebaran tahun lalu jumlah pembelinya tidak sebanyak itu. Salah satu penyebabnya karena harga emas sekarang sedang tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, kenaikan harga emas membuat sebagian konsumen harus mempertimbangkan kembali rencana pembelian perhiasan. Banyak masyarakat yang akhirnya memilih menunda atau mengurangi anggaran untuk membeli emas karena kebutuhan lain menjelang Lebaran dinilai lebih mendesak.
Menjelang hari raya, pengeluaran rumah tangga biasanya meningkat, mulai dari kebutuhan bahan makanan, pakaian baru, hingga berbagai keperluan lain untuk persiapan Lebaran. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus lebih selektif dalam menentukan prioritas belanja.
Meski demikian, perhiasan emas tetap memiliki daya tarik tersendiri sebagai pelengkap penampilan saat hari raya. Sejumlah pembeli masih mencari perhiasan untuk dikenakan saat bersilaturahmi atau sebagai tambahan koleksi aksesori.
Untuk menyesuaikan dengan harga yang lebih tinggi, sebagian konsumen kini cenderung memilih perhiasan berukuran kecil dengan harga yang relatif lebih terjangkau. Cincin dan gelang menjadi jenis perhiasan yang paling banyak diminati dibandingkan model lain yang membutuhkan berat emas lebih besar.
“Biasanya pembeli tetap mencari untuk dipakai saat Lebaran, tapi mereka lebih memilih yang harganya tidak terlalu mahal seperti cincin atau gelang,” kata Tini.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun harga emas mengalami kenaikan, minat masyarakat terhadap perhiasan emas menjelang Lebaran masih tetap ada. Namun pola pembelian kini cenderung lebih selektif dengan menyesuaikan kemampuan ekonomi masing-masing konsumen. (Red-Garudasatunews)














