JAKARTA, Garudasatunews.id – Polda Metro Jaya mengungkap temuan mengejutkan terkait beredarnya foto tangkapan layar CCTV yang viral di media sosial dan disebut menampilkan dua pelaku penyiraman cairan berbahaya terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Polisi menyebut gambar tersebut diduga kuat merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyatakan pihaknya telah melakukan penelusuran awal terhadap gambar yang beredar luas di berbagai platform media sosial.
Dari hasil pendalaman sementara, kepolisian meyakini foto yang diklaim berasal dari rekaman CCTV tersebut bukan merupakan dokumentasi asli dari kamera pengawas di lokasi kejadian.
“Adanya foto hasil screenshot CCTV dua orang yang beredar, sekarang kami yakini bahwa itu merupakan hasil dari AI. Ini mungkin juga ada dugaan untuk menyesatkan proses penyelidikan,” ujar Budi Hermanto, Minggu (15/3/2026).
Polda Metro Jaya menegaskan penyelidikan terhadap kasus penyiraman cairan berbahaya kepada aktivis KontraS masih terus berlangsung. Aparat saat ini masih mengumpulkan bukti dan keterangan guna memastikan identitas pelaku serta konstruksi peristiwa yang sebenarnya.
Polisi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Menurut Budi, penyebaran gambar atau informasi yang tidak valid berpotensi mengaburkan fakta serta mengganggu proses pengungkapan kasus yang tengah dilakukan penyidik.
“Kami berharap masyarakat juga bijak agar penyelidikan ini fokus dan tidak terganggu, tidak terdistorsi oleh hal-hal yang dibuat sengaja untuk menyesatkan,” tegasnya.
Ia juga meminta publik memberikan ruang bagi penyidik untuk bekerja secara maksimal dalam mengungkap pelaku penyerangan tersebut.
“Kami juga memohon kepada seluruh warga masyarakat untuk memberi ruang kepada penyelidik agar penanganan penyelidikan ini paripurna dan kami dapat mengejar pelaku yang melakukan pengiriman cairan berbahaya tersebut,” jelasnya.
Polda Metro Jaya memastikan perkembangan terbaru dari proses penyelidikan akan terus disampaikan kepada publik melalui jalur resmi kepolisian maupun media.
“Nanti selanjutnya kami akan terus meng-update informasi kepada teman-teman media,” pungkas Budi Hermanto. (Red-Garudasatunews)














