GRESIK, Garudasatunews.id – Insiden ledakan serbuk mercon di jalan desa mengakibatkan dua anak di Kecamatan Driyorejo mengalami luka bakar serius. Peristiwa ini mengungkap lemahnya pengawasan terhadap bahan peledak ilegal yang beredar di lingkungan permukiman.
Kejadian berlangsung di Jalan Dusun Randegansari, Desa Randegansari, Sabtu (21/3/2026), saat dua korban berinisial AA (12) dan MA (11) menemukan serbuk mencurigakan yang diduga bahan mercon di lokasi terbuka.
Tanpa mengetahui tingkat bahaya, keduanya mencoba menutup serbuk tersebut menggunakan sarung lalu menindihnya dengan batu. Namun saat salah satu korban menginjaknya, serbuk langsung bereaksi dan memicu percikan api yang menyambar tubuh mereka.
Akibatnya, AA mengalami luka bakar pada wajah dan tangan, sementara MA menderita luka lebih parah di bagian wajah, dada, hingga kedua kaki. Keduanya kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Kapolsek Driyorejo Kompol Musirham mengungkapkan api muncul secara tiba-tiba saat serbuk tertekan, menunjukkan karakter bahan yang sangat mudah terbakar dan berpotensi meledak.
“Api muncul seketika saat terinjak dan langsung mengenai kedua korban,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).
Sejumlah saksi menyebut ledakan terjadi sangat cepat sehingga korban tidak sempat menghindar. Kondisi ini memperlihatkan tingginya risiko bahan mercon yang beredar bebas di lingkungan warga tanpa pengamanan.
Petugas kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa saksi guna menelusuri asal-usul serbuk mercon tersebut. Penelusuran difokuskan pada kemungkinan adanya peredaran bahan peledak ilegal di wilayah tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyentuh atau memanipulasi benda asing yang mencurigakan, terutama yang berpotensi mengandung bahan mudah terbakar.
Kasus ini menjadi peringatan serius terhadap bahaya laten peredaran bahan mercon yang tidak terkontrol, khususnya menjelang momentum Lebaran yang kerap diiringi peningkatan aktivitas penggunaan petasan. (Red-Garudasatunews)














