DPRD Jatim Tinjau Pembinaan ABH di PRSMP Surabaya

oleh -36 Dilihat
oleh
DPRD Jatim Tinjau Pembinaan ABH di PRSMP Surabaya
Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, saat mengunjungi dan buka bersama di UPT Perlindungan Sosial dan Rehabilitasi Sosial Marsudi Putra (PRSMP).
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, melakukan kunjungan kerja ke UPT Perlindungan Sosial dan Rehabilitasi Sosial Marsudi Putra (PRSMP) Surabaya sekaligus berbuka puasa bersama anak-anak binaan, Jumat (13/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung proses pembinaan terhadap Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).

Dalam kunjungan itu, Cahyo meninjau berbagai fasilitas pembinaan yang disediakan oleh UPT PRSMP Surabaya, termasuk program pengembangan diri dan pelatihan keterampilan bagi anak-anak yang pernah tersandung persoalan hukum maupun masalah sosial.

“Saya berkesempatan berkunjung ke UPT PRSMP Surabaya. Tempat ini memberikan fasilitas pembinaan dan pengembangan diri bagi anak-anak yang pernah memiliki permasalahan di masa lalu, baik masalah hukum maupun sosial,” ujar Cahyo.

Politisi yang juga menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya tersebut juga berdialog langsung dengan sejumlah anak binaan. Dari perbincangan tersebut, ia menangkap adanya penyesalan dari sebagian anak atas kesalahan yang pernah dilakukan serta keinginan kuat untuk memperbaiki masa depan.

Menurutnya, keberadaan UPT PRSMP menjadi bukti kehadiran negara dalam memberikan perlindungan sekaligus pembinaan kepada generasi muda, sebagaimana amanat konstitusi.

“UPT ini penting karena menjadi wujud kehadiran negara untuk melindungi dan membina generasi muda kita,” katanya.

Cahyo menilai suasana pembinaan di UPT tersebut cukup kondusif bagi anak-anak untuk belajar serta mengembangkan kemampuan diri. Berbagai program pelatihan dinilai mampu memberikan bekal keterampilan bagi anak-anak yang sedang menjalani proses rehabilitasi sosial.

Bahkan, dalam dialog tersebut terdapat anak binaan yang mengaku merasa nyaman mengikuti program pembinaan di dalam UPT, meskipun di sisi lain mereka juga menyampaikan kekhawatiran ketika harus kembali ke lingkungan masyarakat.

“Ada anak yang merasa berkembang di sini, tetapi ada juga yang khawatir ketika harus pulang karena takut tidak diterima di lingkungan luar,” ungkapnya.

Cahyo menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peran UPT sebagai ruang pembinaan sekaligus pembentukan karakter bagi anak-anak yang pernah berhadapan dengan hukum.

Program pelatihan keterampilan, kewirausahaan, serta pembinaan karakter dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kembali kepercayaan diri para anak binaan.

Meski demikian, dalam kunjungan tersebut Cahyo juga menerima sejumlah masukan terkait keterbatasan sarana dan prasarana yang masih dihadapi pengelola UPT.

Ia menyebut anggaran operasional tahunan sekitar Rp2,8 miliar dinilai belum sebanding dengan banyaknya program pembinaan yang harus dijalankan.

“Tadi disampaikan anggarannya sekitar Rp2,8 miliar per tahun, sementara program pengembangan diri, kewirausahaan, hingga pembinaan karakter di sini cukup banyak dan membutuhkan dukungan anggaran yang memadai,” jelasnya.

Komisi E DPRD Jawa Timur, lanjut Cahyo, berkomitmen mendorong penguatan dukungan terhadap UPT-UPT di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur melalui sinergi dengan pemerintah provinsi.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat layanan pembinaan bagi anak-anak yang pernah berhadapan dengan hukum agar proses rehabilitasi sosial berjalan lebih optimal.

“Pada prinsipnya kami di Komisi E berkomitmen bersinergi dan membantu Dinas Sosial Jawa Timur, khususnya UPT-UPT yang memiliki tanggung jawab besar dalam membina generasi muda,” pungkasnya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.