Distribusi MBG Sempat Dihentikan, Pengawasan Dipertanyakan

oleh -16 Dilihat
oleh
Distribusi MBG Sempat Dihentikan, Pengawasan Dipertanyakan
Pelaksanaan MBG di SDN 1 Surodikraman Ponorogo.
banner 468x60

PONOROGO, Garudasatunews.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Ponorogo akan kembali berjalan normal mulai 31 Maret 2026 setelah sempat dihentikan selama hampir dua pekan saat Lebaran, memunculkan sorotan terhadap konsistensi distribusi dan kualitas makanan bagi penerima manfaat.

Penghentian distribusi dilakukan sejak 18 hingga 30 Maret 2026 berdasarkan kebijakan Badan Gizi Nasional melalui surat edaran resmi. Selama periode tersebut, ribuan penerima manfaat, terutama pelajar, tidak mendapatkan layanan rutin yang menjadi bagian dari program prioritas nasional.

Koordinator wilayah MBG Ponorogo, Sheila Amanda, menyebut distribusi terakhir dilakukan sebelum libur sekolah dengan skema khusus. Namun, jeda distribusi yang cukup panjang menimbulkan pertanyaan terkait keberlanjutan asupan gizi bagi siswa selama periode tersebut.

Saat ini tercatat 73 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) siap kembali beroperasi. Distribusi akan kembali menggunakan pola normal dengan menu nasi dan lauk pauk sesuai standar gizi. Meski demikian, konsistensi kualitas makanan menjadi perhatian utama setelah sebelumnya ditemukan makanan yang dinilai tidak layak.

Pemerintah daerah telah mengumpulkan penyelenggara program untuk memperketat pengawasan. Langkah ini dilakukan setelah adanya temuan di lapangan yang mengindikasikan lemahnya kontrol kualitas dalam rantai distribusi.

Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menegaskan bahwa program MBG harus dijalankan dengan standar ketat karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pelajar. Pernyataan ini sekaligus mengakui adanya celah dalam implementasi sebelumnya.

Penghentian sementara serta temuan kualitas makanan yang bermasalah menunjukkan bahwa program yang dirancang sebagai intervensi gizi ini masih menghadapi tantangan dalam pengawasan dan konsistensi pelaksanaan di lapangan.

Tanpa perbaikan sistem distribusi dan kontrol kualitas yang ketat, efektivitas program MBG dalam meningkatkan status gizi penerima manfaat berpotensi tidak maksimal.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.