Dialog Budaya dan Wawasan Kebangsaan Sebagai Perekat Persatuan dan Kesatuan dalam Kader Bela Negara

oleh -274 Dilihat
oleh
banner 468x60

Pasuruan,garudasatunews.id – Kesadaran Jiwa Nasionalisme dan Patriotisme sangat penting untuk ditingkatkan dan dikenalkan kepada masyarakat dan warga negara agar lebih memahami pentingnya peran masyarakat terhadap bangsa dan negara. Indonesia adalah bangsa yang besar bangsa Multi Kultur, Multi Budaya, Multi Etnis kaya ragam akan budaya maka untuk mekestarikan dan menjaganya adalah tanggung jawab bersama.

Melalui Dialog Wawasan Kebangsaan dalam tema budaya sebagai perekat pemersatu bangsa yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, telah diselenggarakan oleh komunitas Pecinta Seni Budaya, Budayawan se Kabupaten Pasuruan, tokoh lintas agama di Kecamatan Gondang Wetan, Pasuruan pada Hari Selasa 16 September, Jam 19.00 Wib, sampai dengan selesai di Aula Pendopo Kecamatan, Gondang Wetan, Pasuruan.

Hadir sebagai nara sumber dan Forkopimcam Gondang Wetan, Brigjend.TNI.Purn.EV.Aldian Gondokusumo, SE. sebagai nara sumber utama dari Pusdik Bela Negara, Badiklat Kemhan RI, Slamet Priyanto, SE., MM. Sekcam Gondang Wetan, Kapten.Inf.Hadi Erlanto Danramil Gondang Wetan, Iptu.Topo Utomo, SH., Kapolsek Kebon Candi, Ki Eko Cokronoto Pemangku Adat Suku Tengger, WS Budi Dharma Santoso Tokoh Khonghucu Pasuruan, KH.KRT. Mukhson pengasuh ponpes Tahfidz Griyo Qur’an Lajuk Gondang wetan, Indra SE Budayawan Pasuruan, Winbroto Budayawan juga sebagai Praktisi Pegiat Wisata Pasuruan.

Dialog wawasan kebangsaan berjalan gayeng hangat dan aspirarif, Brigjend.TNI.Purn.Aldian Gondokusumo memaparkan,” kemampuan awal pengenalan bela negara dan prinsip- prinsip bela negara, kesadaran berbangsa dan bernegara, cintah tanah air, setia UUD 1945, keyakinan Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban demi bangsa dan negara, dan kemampuan awal bela negara, budaya sebagai ketahanan bangsa dan sebagai pemersatu bangsa saling menghormati dan menghargai antar kelompok masyarakat, suku dan agama, menjadikan rukun juga gorong royong sebagai toleransi antar umat beragama serta menjaga kelestarian lingkungan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” terang Aldian, yang dikenal Jenderal supel dan humanis, juga sebagai Bawas PPAD Jawa Timur.

Para Nara sumber memaparkan dan menyampaikan budaya masing – masing mewakili suku dan agama secara moral, etik, sosial, pandangan umum dan nasional yang dijalani sebagai kehidupan sehari-hari, Ki Eko Cokronoto pemangku adat suku Tengger, bahwa ada 3 pilar kehidupan antara Alam, Manusia dan Tuhan, dalam berprinsip hidup suku Tengger dalam bersosial masyarakat, WS Budi Dharma Toko Khonghucu Pasuruan juga Guru kesenian Barongsai menyampaikan Bhineka tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari kita berinteraksi dengan saudara kita dari Sabang sampai Merauke dalam hubungan pertemanan atau hubungan kerja, dan mengulas sejarah Gedung 8 Pasuruan dulunya adalah pusat administrasi perkantoran perdagangan terbesar ke Dua di Indonesia Timur. KH.KRT.Mhukson Pengasuh Ponpes Thafidz Qur’an menyampaikan kerukunan umat beragama sangatlah penting sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya dan menghormati warisan budaya leluhur serta melestarikan budaya Jawa ( uri-uri budoyo Jowo ).

Sementara nara sumber Mas Indra yang dikenal budayawan juga pemerhati Wisata di Pasuruan, mengulaskan potensi daerah harus digali dan dikenali untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Pasuruan, banyak situs dan sumber daya alam di Pasuruan yang berpotensi perkembangan ekonomi lokal, bahwa Pasuruan tempatnya para tokoh spiritual religius dan mandito juga kaum intelektual pada jamannya, juga sebagai sumber air dari pegunungan, awak dari air minum mineral terbesar di Indonesia. Winbroto seorang Budayawan dan Praktisi Sejarah juga toko Seni Budaya Pasuruan mengungkap sejarah Pasuruan pada Tiga peradaban, Peradaban Mataram kuno dan peradaban Singosari, Brang Wetan dan Brang Kulon, Dua Kultur, dan bersatunya Dua peradaban di Bumi Pasuruan, serta sejarah Pemerintah Hindia Belanda menerapkan pertanian Tebu terbesar di Pasuruan, ternyata Pasuruan dulunya adakah Ibukotanya Jawa Timur pada saat Pemerintah Hindia Belanda, setelah terjadi bencana alam Gunung Meletus dan terjadi perubahan alam yang berkepanjangan sehingga Ibukota Jawa Timur di pindahkan ke Surabaya.

Dialog mencerahkan pols pikir dan menghidupkan semangat dalam menyatukan persepsi pemikiran pada peserta untuk menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur terutama aktivitas masyarakat pada saat melaksanakan ritual khusus menurut keyakinan masing-masing saling menghargai dan menghormati.

Dalam Dialog sepakat bagaimana mengantisipasi Budaya dan peradaban digitalisasi khususnya kaum Genzi dan milenial aksn kesadaran dan peduli pada bangsa dan negara terutama pada lingkungan sekitar di wilayah masing-masing, acara juga menampilkan pembacaan Geguritan yaitu membacakan puisi karya Pujangga Besar legenda Khairil Anwar oleh Siswi SMA Gondang Wetan, Suciyani.

Kapten Inf.Hadi Erlanto sebagai Ketua Panitia menyampaikan ,” kami sangat bersyukur dan berterimakasih atas terselenggaranya acara dialog wawasan kebangsaan, dengan Nara sumber yang sudah mencerahkan dan menjaga budaya, dan panitia begitu antusias dan khidmat dan hidup dalam sesi tanya jawab sungguh luar biasa, semoga acara ini bisa berkelanjutan dan bisa ditularkan di daerah lain untuk meningkatkan kesadaran nasionalisme dan patriotisme dalam tema bela negara,” ujar Hadi.

Acara dialog wawasan kebangsaan di gagas dan sebagai inisiator Adi Sugiarto, SH., juga tokoh dan senior budayawan Pasuruan, acara di hadiri 100 peserta dan perwakilan dari, Gresik, Surabaya, Malang dan mayoritas dari Pasuruan, Kades Lajuk, Kades Wonosari, Kades Sebani Pandaan, dan Sekdes Kebon candi, para peserta mendapatkan Pin Bela negara dan Sertifikat Bela Negara yang disematkan secara Simbolis oleh Brigjend.TNI.Purn.Aldian Gondokusumo, SE., dan beberapa Forkompicam Gondang Wetan, Wakil Bupati Pasuruan M.Shobih Asrori berhalangan hadir karena ada urusan lain, acara berjalan lancar dan sukses. ( na ).

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.