Depo Ikan Kumuh, DPRD Desak Revitalisasi Segera

oleh -16 Dilihat
oleh
Depo Ikan Kumuh, DPRD Desak Revitalisasi Segera
FOTO Ilustrasi Depo Ikan Kumuh, DPRD Desak Revitalisasi Segera
banner 468x60

SIDOARJO, Garudasatunews.id – Kondisi Depo Pasar Ikan (DPI) di Jalan Raya Lingkar Timur, Sidoarjo, menjadi sorotan serius legislatif setelah dinilai tidak lagi layak menopang aktivitas ekonomi masyarakat. Dalam Rapat Dengar Pendapat bersama dinas terkait, Komisi C DPRD Sidoarjo mengungkap sejumlah temuan lapangan yang menunjukkan buruknya pengelolaan fasilitas tersebut.

Pasar yang seharusnya menjadi pusat distribusi ikan justru dikeluhkan kumuh, becek, dan menimbulkan bau menyengat. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi menurunkan minat pembeli, termasuk dari luar daerah yang selama ini menjadi pelanggan tetap.

Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, Choirul Hidayat, menegaskan perlunya langkah cepat dan konkret dari pemerintah daerah. Menurutnya, pembenahan tidak bisa lagi ditunda mengingat pasar tersebut memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian lokal.

Selain persoalan fisik, DPRD juga menyoroti lemahnya pengelolaan dan minimnya optimalisasi potensi pasar dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pasar yang telah lama berdiri itu dinilai belum dikelola secara profesional sehingga manfaat ekonominya belum maksimal.

Sorotan juga mengarah pada kinerja penyuluh perikanan yang dinilai belum optimal, khususnya dalam pendampingan nelayan kupang. Minimnya sosialisasi menyebabkan nelayan kesulitan mengakses BBM bersubsidi dan terpaksa membeli dengan harga lebih mahal dari pengepul.

Tak hanya itu, dugaan penyalahgunaan fasilitas di pasar ikan hias turut mencuat. Legislator menyebut adanya laporan lokasi tersebut kerap dimanfaatkan untuk aktivitas menyimpang akibat kurangnya pengawasan.

Dorongan revitalisasi tidak hanya menyasar perbaikan infrastruktur, tetapi juga penataan menyeluruh melalui grand design yang terintegrasi. DPRD menilai, jika dikelola dengan baik, pasar ikan di Sidoarjo berpotensi menjadi ikon daerah sekaligus destinasi wisata berbasis ekonomi lokal.

Menanggapi desakan tersebut, Dinas Perikanan Kabupaten Sidoarjo mengakui adanya sejumlah kekurangan dan berjanji akan melakukan pembenahan. Namun, komitmen tersebut kini menjadi perhatian publik untuk dibuktikan melalui langkah nyata di lapangan, bukan sekadar wacana. (Red-Garudasatunew

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.