MALANG, Saksimata.my.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Juanda merilis prakiraan cuaca Malang Raya pada Sabtu (11/4/2026) dengan potensi hujan ringan hingga petir di siang hari serta kabut tebal pada malam hari. Kondisi ini mencakup wilayah Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.
Di Kota Malang, yang meliputi Blimbing, Kedungkandang, Klojen, Lowokwaru, dan Sukun, cuaca pagi diprakirakan cerah berawan sebelum berubah menjadi berawan saat siang. Hujan ringan berpotensi terjadi di beberapa titik seperti Kedungkandang dan Sukun pada rentang siang hingga sore hari.
Memasuki malam, kabut tebal diprediksi mulai menyelimuti sejumlah wilayah, terutama Sukun sejak pukul 19.00 WIB, disusul Kedungkandang dan Lowokwaru menjelang larut malam. Suhu udara berkisar antara 22 hingga 31 derajat Celsius.
Sementara itu, di Kabupaten Malang, peningkatan intensitas hujan diperkirakan terjadi sejak siang hingga sore hari, terutama di wilayah Dau, Karangploso, Lawang, Singosari, hingga kawasan selatan. Bahkan, hujan disertai petir berpotensi muncul di beberapa daerah.
BMKG mengingatkan potensi hujan petir di wilayah Ngantang, Kasembon, dan Pujon pada pukul 11.00 hingga 14.00 WIB. Namun dari sudut pandang investigatif, peringatan ini menimbulkan pertanyaan terkait kesiapan mitigasi di tingkat daerah, terutama di kawasan rawan bencana seperti longsor dan banjir.
Pada sore hingga malam hari, kabut tebal diprakirakan mulai muncul di wilayah Karangploso, Poncokusumo, Singosari, dan Wajak. Kondisi ini berpotensi mengganggu jarak pandang dan aktivitas transportasi.
Di Kota Batu, hujan ringan diprediksi turun merata sejak siang hari di wilayah Batu, Bumiaji, dan Junrejo. Menjelang petang, kawasan ini diperkirakan diselimuti kabut tebal hingga malam hari, dengan suhu udara relatif lebih dingin berkisar 17 hingga 18 derajat Celsius.
Meski prakiraan telah dirilis, belum terlihat adanya langkah konkret mitigasi yang disampaikan secara terbuka kepada publik, terutama terkait antisipasi dampak cuaca ekstrem terhadap mobilitas dan keselamatan warga.
Tanpa kesiapan sistem peringatan dini yang terintegrasi dan respons cepat di lapangan, potensi risiko akibat cuaca ekstrem di Malang Raya dikhawatirkan tidak tertangani secara optimal. (Red)














