Catut Nama Prabowo, Penipu Gasak Emas Warga

oleh -429 Dilihat
Catut Nama Prabowo, Penipu Gasak Emas Warga
Dugaan penipuan dengan modus layanan terapi kesehatan yang mengatasnamakan program Presiden Prabowo kembali memakan korban. Kali ini, pasangan suami istri di Kota Probolinggo harus kehilangan perhiasan emas seberat 20 gram dan uang tunai Rp7 juta setelah didatangi orang tak dikenal yang mengaku sebagai petugas pemerintahan.
banner 468x60

PROBOLINGGO, Garudasatunews.id – Modus penipuan dengan mengatasnamakan program Presiden Prabowo kembali beraksi. Kali ini, pasangan suami istri di Kota Probolinggo menjadi korban setelah didatangi orang tak dikenal yang mengaku sebagai petugas pemerintahan.

Akibat aksi tersebut, korban kehilangan perhiasan emas seberat 20 gram dan uang tunai Rp7 juta. Peristiwa itu menimpa Sairozi dan istrinya, warga Gang Pendekar, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Pelaku datang langsung ke rumah korban dengan dalih program terapi dan pemeriksaan kesehatan dari Presiden, yang disebut-sebut sebagai bagian dari persyaratan kenaikan jabatan. Narasi tersebut belakangan diketahui tidak memiliki dasar resmi.

Memanfaatkan kepercayaan korban, pelaku berhasil masuk ke dalam rumah dan melakukan apa yang disebut sebagai “terapi kesehatan”. Saat korban lengah, pelaku diduga menggasak barang berharga lalu pergi tanpa meninggalkan kecurigaan berarti.

Pelaku tidak menunjukkan surat tugas, identitas resmi, maupun pendamping dari instansi pemerintah. Kondisi ini memperkuat dugaan bahwa aksi tersebut merupakan penipuan terencana dengan sasaran warga, terutama pasangan lansia atau penghuni rumah di siang hari.

Korban memilih irit bicara dan menyerahkan sepenuhnya penanganan perkara kepada polisi.
“Kami sudah lapor. Tanya polisi saja,” ujar Sairozi singkat, Jumat (23/1/2026).

Polres Probolinggo Kota membenarkan adanya laporan tersebut. Kasatreskrim AKP Zaenal Arifin menyatakan penyelidikan masih berlangsung.

“Laporan baru masuk kemarin dan sudah kami tindak lanjuti. Saat ini masih tahap penyelidikan,” katanya melalui pesan singkat.

Polisi tidak menutup kemungkinan adanya korban lain dengan modus serupa, termasuk pencatutan nama Presiden untuk membangun legitimasi palsu. Aparat kini mendalami pola kejahatan dan jaringan pelaku.

Kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku sebagai petugas negara tanpa kelengkapan administrasi resmi, serta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.

Kasus ini menjadi peringatan keras, seiring semakin beraninya pelaku kejahatan memanfaatkan nama program pemerintah dan figur Presiden untuk menipu warga secara sistematis. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.