PAMEKASAN, Garudasatunews.id — Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman mendorong pemerintah desa untuk tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah pusat. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, desa diminta berani membuat terobosan dan menggali potensi ekonomi lokal guna meningkatkan pendapatan asli desa.
Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Kabupaten Pamekasan di Pendopo Kecamatan Proppo. Program Safari Ramadan ini dilaksanakan secara maraton di 13 kecamatan sebagai forum komunikasi langsung antara pemerintah daerah dan aparatur desa.
Dalam kesempatan itu, Kholilurrahman menegaskan bahwa ketergantungan desa terhadap dana transfer selama ini dinilai justru membuat sebagian desa kurang kreatif dalam membangun kemandirian ekonomi.
“Setiap desa tidak boleh selalu bergantung pada pemerintah. Apalagi di tengah efisiensi anggaran seperti sekarang. Desa harus berani menggali potensi dan membuat program inovatif untuk meningkatkan pendapatan asli desa,” tegasnya.
Ia mencontohkan perkembangan di Kecamatan Proppo yang dinilai mulai menunjukkan kemajuan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Salah satu contoh yang disorot adalah Desa Samatan yang telah mengembangkan Pasar UMKM dan fasilitas wisata kolam renang sebagai upaya menggerakkan ekonomi lokal.
Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi model bagi desa lain untuk mengembangkan potensi serupa. Terlebih Kecamatan Proppo merupakan wilayah dengan jumlah desa terbanyak di Kabupaten Pamekasan, yakni mencapai 27 desa.
Bupati juga menilai wilayah yang luas justru dapat dimanfaatkan untuk membangun kawasan ekonomi berbasis potensi desa. Dengan konsep kawasan tertentu, desa-desa dapat saling terhubung dan menciptakan aktivitas ekonomi baru tanpa selalu menunggu alokasi dana dari pemerintah pusat.
Ia bahkan menyinggung kondisi desa yang selama ini dinilai terlalu nyaman dengan aliran dana transfer. Situasi tersebut, kata dia, membuat sebagian desa tidak terdorong untuk menciptakan sumber pendapatan mandiri.
“Selama ini kita seperti dinina-bobokkan oleh dana transfer. Akibatnya kita tidak berpikir bagaimana memiliki sumber pemasukan sendiri. Dengan efisiensi anggaran sekarang, kita harus mencari terobosan agar ekonomi desa tetap bergerak,” ujarnya.
Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah daerah juga meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar aktif memberikan dukungan permodalan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat desa.
Langkah tersebut dinilai penting agar pelaku usaha kecil memiliki akses pengembangan usaha sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara lebih luas di Kabupaten Pamekasan.
Kholilurrahman meyakini pemberdayaan UMKM akan menjadi salah satu kunci penguatan ekonomi daerah. Jika dikelola serius, sektor tersebut dinilai mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
(Red-Garudasatunews)













