Bondowoso Genjot Geopark, Andalkan 22 Anak Gunung

oleh -133 Dilihat
Bondowoso Genjot Geopark, Andalkan 22 Anak Gunung
Foto ilustrasi Bapperida Bondowoso Yakin Geopark Menguat, 22 Anak Gunung Jadi Modal Besar
banner 468x60

BONDOWOSO, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mematangkan perencanaan pembangunan berbasis Geopark dengan memperkuat sinkronisasi lintas perangkat daerah. Koordinasi dan revalidasi program terus dilakukan guna memastikan arah kebijakan berjalan terintegrasi.

Kepala Bapperida Bondowoso, Anisatul Hamidah, menyatakan seluruh perangkat daerah telah memahami tugas dan fungsinya dalam pengembangan Geopark. Ia menilai isu ketidaksinkronan lebih pada persoalan komunikasi publik.

“Kami optimistis, dengan pendekatan lintas sektor dan pengerahan seluruh potensi, Bondowoso layak berkembang sebagai daerah berbasis Geopark yang kuat,” ujarnya.

Menurut Anis, potensi alam dan budaya Bondowoso menjadi modal besar. Wawasan Geopark, kata dia, harus menjadi kesadaran kolektif, baik di kalangan masyarakat maupun aparatur pemerintah.

Dalam tahapan perencanaan, Musrenbang Desa untuk 2027 telah digelar dan pembahasan program tahun 2027 mulai disusun, sementara perencanaan 2026 disebut telah final.

Di sektor geologi, Bondowoso memiliki 22 anak gunung di kawasan Ijen. Tujuh di antaranya telah disurvei akademisi dan dikenal sebagai Seven Summit, sementara sisanya dinilai berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata dan riset.

Penguatan masyarakat juga menjadi prioritas. Desa Kalianyar ditetapkan sebagai proyek percontohan community development internasional yang melibatkan tujuh profesor, mencakup pelatihan kopi, pengolahan produk turunan, hingga pengurusan legalitas usaha seperti NIB dan PIRT.

Pemkab juga menyiapkan penghitungan emisi karbon. Berdasarkan proyeksi awal, Bondowoso disebut memiliki surplus karbon dibanding kota besar seperti Surabaya dan Jakarta. Potensi ini dinilai dapat dimanfaatkan dalam skema perdagangan karbon jika telah tersertifikasi.

Di bidang pendidikan, integrasi budaya lokal mulai diterapkan di sekolah, termasuk Tari Molong Kopi sebagai identitas daerah.

Anis menegaskan, meski belum seluruh langkah tersampaikan ke publik, penguatan Geopark terus berjalan dan memerlukan dukungan semua pihak.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.