Banjir Magetan Berulang, Drainase Lumpuh Disorot

oleh -27 Dilihat
oleh
Banjir Magetan Berulang, Drainase Lumpuh Disorot
Banjir di Magetan pada Sabtu (4/4/2026)
banner 468x60

MAGETAN, Garudasatunews.id – Banjir kembali melanda sejumlah titik di Kabupaten Magetan, Sabtu (4/4/2026), mempertegas persoalan klasik yang dinilai belum terselesaikan. Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, menyoroti lemahnya penanganan dari hulu hingga hilir yang terus memicu luapan air ke permukiman warga.

Lonjakan debit air dari kawasan hulu seperti Sadon dan Doyo disebut memperparah kondisi sungai yang telah mengalami penyempitan akibat sedimentasi serta tumpukan sampah. Aliran air yang tersumbat membuat sungai tidak mampu menampung volume air, sehingga meluap ke kawasan permukiman.

Di sisi hilir, persoalan tak kalah serius terjadi pada sistem drainase perkotaan yang dinilai tidak berfungsi optimal dan tidak terintegrasi. Kawasan timur Pasar Baru menjadi salah satu titik krusial, di mana air tidak memiliki jalur pembuangan yang jelas hingga menyebabkan genangan tinggi.

“Air tidak punya arah aliran karena banyak saluran buntu, bahkan ada drainase yang justru masuk ke dalam bangunan,” ungkap Suyatni.

Masalah semakin kompleks saat pintu air menuju Sungai Gandong dibuka dalam kondisi debit tinggi. Tekanan air memicu ambrolnya tanggul di belakang Apotek Asia Baru, memperbesar risiko banjir lanjutan.

Kondisi Sungai Gandong sendiri dinilai rawan karena berada dekat dengan permukiman warga tanpa sempadan yang memadai. Situasi ini meningkatkan potensi longsor dan memperparah dampak luapan air.

Sejumlah titik rawan lainnya juga ditemukan di wilayah Campursari, terutama pada gorong-gorong yang menyempit dan saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air, sehingga meluber ke jalan dan permukiman.

Pemerintah daerah mengakui telah melakukan pemetaan penanganan banjir, namun keterbatasan anggaran menjadi kendala utama dalam merealisasikan normalisasi sistem drainase secara menyeluruh.

Suyatni menegaskan, tanpa langkah besar berupa perbaikan total sistem drainase, banjir dipastikan akan terus berulang setiap tahun, khususnya saat curah hujan tinggi.

“Normalisasi harus dilakukan secara menyeluruh, jika tidak, banjir akan terus terjadi,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya saluran air. Pemerintah telah menyiapkan bantuan Rp3 juta per RT untuk mendukung kegiatan pembersihan drainase.

Menurutnya, banjir tidak semata-mata disebabkan faktor alam, melainkan juga akibat buruknya pengelolaan infrastruktur dan minimnya perawatan lingkungan.

“Jangan hanya menyalahkan hujan. Infrastruktur harus dibenahi dan dijaga bersama,” ujarnya.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, dampaknya tidak hanya pada banjir, tetapi juga mempercepat kerusakan jalan yang berujung pada pembengkakan anggaran daerah dan mengganggu sektor pembangunan lainnya. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.