SUMENEP, Garudasatunews.id – Kapolresta Sumenep, Komisaris Besar Polisi Ariek Indra Sentanu, menerima hadiah berupa sebilah keris dari budayawan Sumenep, Helmi, sebagai bentuk penghormatan sekaligus simbol pelestarian budaya lokal. Penyerahan keris berlangsung dalam suasana silaturahmi yang juga membahas pentingnya menjaga warisan budaya dan memperkuat sinergi antara kepolisian dengan para pegiat budaya di Kabupaten Sumenep, Jumat (31/7/2026).
Helmi yang dikenal sebagai pemilik Museum Keris “Helmi Art” mengatakan, penyerahan keris tersebut merupakan ungkapan selamat datang kepada Kapolresta Sumenep yang baru sekaligus bentuk penghormatan terhadap kepemimpinan baru di wilayah hukum Polres Sumenep.
Menurut Helmi, Kabupaten Sumenep memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat budaya keris di Indonesia dengan keberadaan ratusan empu yang mewariskan keterampilan menempa keris secara turun-temurun. Nilai budaya tersebut, kata dia, menjadi identitas daerah yang patut dijaga bersama.
“Sumenep punya ratusan empu keris. Keris ini merupakan daya cipta adiluhung yang tidak bisa dihasilkan tanpo roso. Karena itu, saya memberi keris kepada Pak Kapolresta yang baru sebagai ucapan penghormatan dan selamat datang di Sumenep Kota Keris,” ujar Helmi.
Selain Helmi, silaturahmi tersebut juga dihadiri budayawan Sumenep, Ibnu Hajar. Dalam pertemuan itu, berbagai pembahasan mengenai nilai-nilai budaya, sejarah, serta kearifan lokal Sumenep menjadi bagian dari dialog antara tokoh budaya dan jajaran kepolisian.
Pertemuan tersebut menjadi ruang komunikasi yang menegaskan pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat. Kehadiran para budayawan dinilai memberikan perspektif mengenai nilai-nilai lokal yang dapat terus dirawat melalui kolaborasi berbagai elemen, termasuk aparat penegak hukum.
Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan penghormatan yang diberikan para budayawan. Ia menilai silaturahmi dengan tokoh budaya memiliki arti penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat.
Menurutnya, sinergi dengan pegiat budaya tidak hanya memperkuat upaya pelestarian warisan budaya daerah, tetapi juga menjadi salah satu pendekatan dalam membangun kebersamaan serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Dengan ngobrol bersama para budayawan ini, saya berharap sinergi Polresta Sumenep dengan tokoh dan pegiat budaya semakin erat dalam menjaga kearifan lokal, memperkuat kebersamaan, serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Sumenep,” kata Ariek.
Silaturahmi tersebut mencerminkan komitmen bersama antara unsur kepolisian dan pegiat budaya untuk menjaga nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari identitas masyarakat Sumenep. Keris yang diserahkan tidak hanya dipandang sebagai benda pusaka, tetapi juga simbol penghormatan terhadap tradisi, sejarah, dan kearifan lokal yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
(Red-Garudasatunews)










