Koperasi Mojokerto Bidik Proyek Gizi Bernilai Besar

oleh -18 Dilihat
oleh
Pemkot Surabaya Tolak Revisi Bagi Hasil Jukir
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat sosialisasi bertema 'Wujudkan Kesejahteraan Bersama, Memahami Peran dan Manfaat KKMP' di Kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari. [Foto : ist]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Upaya penguatan ekonomi kerakyatan di Kota Mojokerto memasuki babak baru. Pemerintah kota mulai mendorong kolaborasi strategis antara Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam skema rantai pasok pangan yang dinilai menyimpan potensi perputaran dana hingga ratusan juta rupiah per hari.

Gagasan tersebut mengemuka dalam sosialisasi bertajuk “Wujudkan Kesejahteraan Bersama, Memahami Peran dan Manfaat KKMP” di Kelurahan Gedongan, Kecamatan Magersari, Kamis (9/4/2026). Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari secara terbuka mendorong koperasi keluar dari pola konvensional dan mulai masuk ke pasar strategis yang lebih luas.

Ia mengungkapkan, kebutuhan ribuan porsi makanan harian oleh SPPG membuka celah ekonomi besar yang selama ini belum sepenuhnya dimanfaatkan koperasi lokal. Nilai belanja bahan pangan yang terus berputar dinilai menjadi peluang konkret bagi KKMP untuk ikut mengambil peran, meski dalam porsi terbatas.

Namun, di balik peluang tersebut, tersirat tantangan serius. Tanpa pengelolaan yang terstruktur dan pengawasan distribusi yang ketat, potensi ketimpangan antar koperasi di tingkat kelurahan bisa terjadi. Karena itu, peran camat dan lurah disebut krusial dalam mengatur alur komunikasi dan pembagian peran agar tidak terjadi dominasi kelompok tertentu.

Selain itu, transformasi koperasi juga menjadi sorotan. Digitalisasi dan pemanfaatan perdagangan daring disebut sebagai prasyarat mutlak jika KKMP ingin bersaing dalam ekosistem ekonomi modern. Ketergantungan pada aset fisik semata dinilai sudah tidak relevan di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.

Di Kelurahan Gedongan, KKMP disebut telah menunjukkan peningkatan omzet signifikan dalam waktu relatif singkat. Lonjakan ini menjadi indikasi bahwa koperasi mampu berkembang jika didukung manajemen yang tepat dan partisipasi aktif masyarakat. Meski demikian, keberlanjutan capaian tersebut masih bergantung pada konsistensi pengelolaan dan transparansi internal.

Pemerintah Kota Mojokerto menargetkan kolaborasi KKMP dan SPPG tidak hanya berhenti pada peningkatan omzet semata, tetapi juga memperluas akses usaha bagi pelaku UMKM serta memperkuat ketahanan ekonomi warga secara menyeluruh. Skema ini sekaligus diuji sebagai model ekonomi sirkuler berbasis kelurahan.

Jika berhasil, kelurahan tidak lagi sekadar entitas administratif, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Namun, efektivitas kebijakan ini masih perlu diuji dalam implementasi jangka panjang, terutama dalam memastikan distribusi manfaat yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.