Mahasiswa Jatim Dievakuasi dari Iran Akibat Konflik

oleh -51 Dilihat
oleh
Mahasiswa Jatim Dievakuasi dari Iran Akibat Konflik
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama dua mahasiswa yang kuliah di Iran
banner 468x60

SURABAYA, Garudasatunews.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menerima kepulangan dua mahasiswa asal Jawa Timur yang dievakuasi dari Iran setelah meningkatnya ketegangan dan konflik bersenjata di kawasan Timur Tengah. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut langsung keduanya di Kantor PP Muslimat NU, Sabtu (14/3/2026).

Dua mahasiswa tersebut masing-masing berasal dari Jember dan Malang. Mereka menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Komputer Universitas QOM serta Fakultas Kedokteran Universitas Shiraz sebelum akhirnya dipulangkan melalui proses evakuasi yang difasilitasi pemerintah Indonesia.

Khofifah menyatakan kedua mahasiswa tersebut berhasil tiba di Tanah Air dalam kondisi selamat setelah mendapatkan akses evakuasi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran. Evakuasi dilakukan menyusul meningkatnya ketegangan keamanan di wilayah Iran dan sekitarnya.

“Alhamdulillah hari ini kami menerima dua mahasiswa dari Jember dan Malang yang sebelumnya menempuh studi di Iran dan sudah tiba dengan selamat di Indonesia,” ujar Khofifah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Luar Negeri yang melakukan proses evakuasi secara bertahap terhadap warga negara Indonesia di Iran di tengah situasi konflik yang semakin memanas.

Menurut Khofifah, keselamatan warga negara Indonesia yang berada di kawasan konflik menjadi prioritas utama pemerintah pusat. Proses pemulangan dilakukan melalui koordinasi intensif antar perwakilan diplomatik Indonesia di sejumlah negara.

Setelah tiba di Indonesia, kedua mahasiswa tersebut difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk kembali ke daerah asal masing-masing. Proses kepulangan ke Jember dan Malang dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Penghubung Daerah milik Pemprov Jatim.

“Pemprov Jawa Timur sudah berkoordinasi dengan Badan Penghubung agar keduanya bisa difasilitasi kembali ke rumah masing-masing. Ini merupakan tahap ketiga, dan malam ini dijadwalkan ada mahasiswa lain yang juga akan tiba,” jelasnya.

Sementara itu, Dian, mahasiswa kedokteran asal Malang, mengungkapkan proses evakuasi berlangsung melalui beberapa negara sebelum akhirnya tiba di Indonesia. Ia menjelaskan perjalanan dimulai dari Teheran, kemudian menuju Azerbaijan sebelum melanjutkan perjalanan melalui Turki.

Dari sana, lanjutnya, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri memfasilitasi kepulangan mereka hingga ke Tanah Air sebelum akhirnya dihubungkan dengan Badan Penghubung Daerah untuk kembali ke daerah asal.

“Prosesnya cukup panjang, mulai dari KBRI Teheran, kemudian ke Azerbaijan, sempat dijemput Konjen Turki, lalu difasilitasi Kemenlu untuk kembali ke Indonesia,” ujar Dian.

Ia mengaku bersyukur dapat kembali dengan selamat dan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang telah memfasilitasi proses evakuasi hingga kepulangan ke daerah asal.

Hal senada disampaikan Muhammad Baghir, mahasiswa Teknik Komputer Universitas QOM asal Jember. Ia mengaku lega setelah berhasil keluar dari wilayah yang tengah dilanda ketegangan keamanan.

Baghir juga menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta Gubernur Khofifah yang telah membantu proses kepulangan dirinya dan mahasiswa lain hingga ke daerah asal.

**(Red-Garudasatunews)**

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.