Konflik Timur Tengah Ganggu Umrah, Puluhan Ribu Dipantau

oleh -120 Dilihat
oleh
Konflik Timur Tengah Ganggu Umrah, Puluhan Ribu Dipantau
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj RI, Puji Raharjo.
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id – Pemerintah meningkatkan pengawasan terhadap 58.873 jemaah umrah Indonesia yang berada di Arab Saudi menyusul eskalasi konflik kawasan Timur Tengah yang berdampak langsung pada jalur penerbangan internasional dan berpotensi mengganggu mobilitas jemaah.

Melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI, pemerintah menyatakan situasi keamanan seluruh jemaah terus dipantau secara intensif di Arab Saudi, meskipun terjadi perubahan rute penerbangan dan penundaan jadwal akibat penghindaran wilayah udara berisiko.

Data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH) mencatat puluhan ribu jemaah dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari kantong besar Jawa Timur, masih menjalankan rangkaian ibadah. Sejumlah maskapai terpaksa melakukan penyesuaian operasional untuk memastikan keselamatan penerbangan di tengah situasi geopolitik yang fluktuatif.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, meminta jemaah tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengikuti arahan resmi. Pemerintah, kata dia, memonitor pergerakan jemaah secara real-time melalui jaringan koordinasi dengan otoritas setempat.

“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Kemenhaj juga mewajibkan seluruh PPIU menjaga komunikasi aktif dengan KJRI Jeddah dan KBRI Riyadh guna memastikan setiap kendala, terutama terkait penundaan keberangkatan maupun kepulangan, dapat ditangani cepat dan terkoordinasi.

Langkah mitigasi ini dinilai krusial karena gangguan penerbangan tidak hanya berdampak pada jemaah yang berada di Tanah Suci, tetapi juga pada calon jemaah di Indonesia yang menunggu jadwal keberangkatan. Pemerintah menegaskan setiap kebijakan operasional diambil berdasarkan analisis keamanan terkini, bukan semata pertimbangan administratif.

“Kemenhaj terus berkoordinasi dengan instansi terkait, baik di dalam negeri maupun di Arab Saudi, untuk memastikan keamanan dan keselamatan jemaah umrah Indonesia tetap menjadi prioritas utama,” tegas Puji.

Pemerintah juga meminta keluarga jemaah di Tanah Air tidak terprovokasi kabar simpang siur dan tetap mengandalkan jalur informasi resmi agar tidak menimbulkan kepanikan yang justru memperumit penanganan di lapangan.

Penggunaan saluran komunikasi resmi melalui PPIU ditegaskan sebagai satu-satunya rujukan sah guna memastikan setiap perkembangan terkait jadwal penerbangan dan kondisi keamanan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan administratif di tengah situasi regional yang belum stabil. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.