Jemaah Aceh Simulasi Haji Pakai Boeing 737

oleh -54 Dilihat
oleh
Jemaah Aceh Simulasi Haji Pakai Boeing 737
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, di dalam pesawat hibah dari Garuda Indonesia.
banner 468x60

ACEH, Garudasatunews.id – Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak meresmikan pesawat hibah dari Garuda Indonesia di Asrama Haji Kelas I Aceh, Minggu (15/2/2026). Pesawat jenis Boeing 737 itu difungsikan sebagai sarana simulasi penerbangan bagi calon jemaah haji.

Fasilitas ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata suasana kabin sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Pemerintah menilai simulasi penting guna mematangkan kesiapan teknis dan mental jemaah, terutama lansia yang kerap menghadapi kendala saat penerbangan jarak jauh.

Peresmian dilakukan bersama Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny H. Kairupan, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, serta Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah. Kehadiran pesawat ini disebut menjadi bagian dari transformasi asrama haji sebagai pusat layanan terpadu, tidak hanya fokus pada ritual manasik, tetapi juga kesiapan perjalanan udara.

“Pesawat ini kami hadirkan agar jemaah bisa merasakan langsung suasana penerbangan haji. Dengan begitu, saat hari keberangkatan tiba, jemaah sudah lebih tenang, tidak cemas, dan memahami apa yang harus dilakukan,” ujar Dahnil dalam sambutannya.

Dari sudut pandang historis, penempatan pesawat di Aceh dinilai memiliki makna simbolik. Pemerintah mengingat kontribusi masyarakat Aceh dalam sejarah penerbangan nasional melalui pesawat Seulawah RI-001, cikal bakal maskapai nasional. Langkah ini disebut sebagai bentuk penghormatan sekaligus pemberian manfaat konkret bagi daerah.

Pesawat eks-Citilink tersebut telah dirakit ulang dan dimodifikasi menyerupai kondisi operasional. Calon jemaah dapat mempraktikkan tata cara masuk kabin, menyimpan barang di bagasi atas, menggunakan sabuk pengaman, hingga memahami prosedur keselamatan penerbangan internasional.

Dari perspektif pelayanan publik, edukasi berbasis simulasi ini diharapkan mampu menekan potensi kepanikan dan kendala psikologis selama penerbangan haji yang berdurasi panjang. Pemerintah menargetkan peningkatan rasa percaya diri jemaah sejak di embarkasi hingga tiba di Arab Saudi.

“Manasik tidak hanya soal rukun dan wajib haji, tetapi juga kesiapan perjalanan. Kita ingin jemaah, khususnya lansia, merasa aman dan percaya diri sejak dari embarkasi hingga tiba di Tanah Suci,” tegas Dahnil.

Fasilitas ini kini menjadi bagian dari kurikulum manasik di Aceh dan diharapkan menjadi model bagi embarkasi haji lain di Indonesia untuk menghadirkan sarana edukasi modern yang aplikatif bagi calon jemaah. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.