Wamenhaj Tegas: Petugas Haji Bukan Ajang Nebeng

oleh -130 Dilihat
Wamenhaj Tegas Petugas Haji Bukan Ajang Nebeng
Wamenhaj Dahnil Anzar saat makan bersama calon petugas haji 2026. (Foto: Istimewa)
banner 468x60

JAKARTA, Garudasatunews.id – Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026. Ia menegaskan, status petugas haji bukanlah jalan pintas untuk berhaji gratis, apalagi sekadar “nebeng” tanpa komitmen melayani jemaah.

Pesan tegas itu disampaikan Dahnil saat ditemui di Lapangan Galaxy Makodau, Jakarta, Kamis (29/1/2026). Ia menekankan bahwa tugas utama petugas haji adalah melayani tamu Allah yang membutuhkan pendampingan fisik dan mental selama di Tanah Suci.

“Yang paling penting, jangan sampai niatnya itu nebeng naik haji. Enggak boleh,” kata Dahnil tanpa basa-basi.

Ia menegaskan tidak ada satu pun peserta yang berhak mendapat perlakuan istimewa, apa pun latar belakang jabatan atau profesinya. Semua peserta berdiri setara dan dinilai dengan standar yang sama.

“Kalau ada yang minta diistimewakan, itu urusan tim pelatih. Kami tidak ikut campur,” ujarnya.

Dahnil memastikan seluruh proses seleksi dan pendidikan kilat (diklat) berada sepenuhnya di tangan tim instruktur profesional di bawah komando Kolonel (Purn) Muftiono selaku Waka Diklat PPIH Arab Saudi 2026. Ia menegaskan tidak ada intervensi dari Menteri maupun Wakil Menteri dalam penentuan kelulusan peserta.

“Tim pelatih punya kriteria sendiri. Pak Menteri dan saya tidak pernah masuk ke penilaian mereka,” tegasnya.

Penilaian dilakukan secara ketat dan menyeluruh, mulai dari kehadiran 100 persen, kedisiplinan, ketertiban di barak, hingga kepatuhan pada seluruh aturan. Semua peserta—baik pejabat, akademisi, maupun jurnalis Media Center Haji—diperlakukan sama tanpa pengecualian.

Soliditas tim menjadi fokus utama pembinaan. Peserta yang melanggar aturan, menunjukkan sikap eksklusif, atau gagal menjaga disiplin dipastikan langsung dicoret dari proses diklat.

Selain disiplin, faktor kesehatan menjadi penyaring mutlak. Hasil Medical Check-Up (MCU) tidak bisa ditawar. Peserta dengan penyakit berisiko tinggi otomatis digugurkan demi keselamatan diri sendiri dan jemaah.

“Banyak yang gugur karena kesehatan, terutama penyakit jantung. Ada yang bahkan harus pasang ring. Kami tidak mungkin ambil risiko,” ungkap Dahnil.

Ia juga menepis isu adanya pemanggilan ulang bagi peserta yang telah dinyatakan tidak lulus. Keputusan tim instruktur bersifat final dan tidak mengenal jalur “titipan”.

“Kalau tidak lulus, ya tidak lulus. Siapkan diri lagi untuk tahun berikutnya,” tegasnya.

Rangkaian seleksi PPIH 2026 kini memasuki tahap akhir. Peserta yang lolos akan dikukuhkan secara resmi dalam upacara penutupan diklat yang dijadwalkan dihadiri Presiden Prabowo Subianto pada Jumat mendatang.

Menutup pernyataannya, Dahnil kembali mengingatkan esensi pengabdian sebagai petugas haji.
“Niatnya itu jadi petugas haji. Hajinya bonus. Jangan terbalik,” pungkasnya.(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.