MALANG,Garudasatunews.id – Kesulitan siswa sekolah menengah dalam Bahasa Inggris tak berhenti pada hafalan kosakata, tetapi pada ketepatan pelafalan (pronunciation). Menjawab persoalan ini, tim dosen Universitas Islam Malang (Unisma) menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk “Pelatihan Literasi Membaca Kamus sebagai Media Belajar Bahasa Inggris di Sekolah Menengah.”
Program ini dipimpin Henny Rahmawati, M.Pd., bersama Dzurriyyatun Ni’mah, M.Pd., dosen Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Unisma. Keduanya menekankan pentingnya kemandirian siswa dalam belajar pelafalan melalui pemahaman kamus.
Henny menjelaskan, banyak siswa enggan berbicara atau membaca nyaring karena takut salah ucap. Akar masalahnya adalah rendahnya literasi membaca kamus, khususnya simbol fonetik.
“Siswa terlalu bergantung pada guru untuk pelafalan. Padahal, jika mampu membaca simbol fonetik, mereka bisa belajar mandiri,” ujar Henny, Minggu (25/1/2026).
Minimnya literasi kamus berdampak langsung pada turunnya kepercayaan diri dan motivasi belajar. Pelatihan ini dirancang sebagai solusi praktis atas keterampilan teknis yang kerap terabaikan di kelas.
Program dilaksanakan di MA 01 Ma’arif Batu (20 Agustus 2025) serta SMP Wahid Hasyim Malang melalui pelatihan intensif pada 6, 13, dan 20 Oktober 2025. Pemilihan sekolah didasarkan pada analisis kebutuhan peningkatan kompetensi tutor dan dukungan teknis bagi siswa.
Metode pelatihan disusun sistematis, diawali analisis kebutuhan dan pre-test, dilanjutkan materi inti: teknik mencari kata efektif di kamus, memahami simbol bunyi, serta praktik pelafalan kata dan kalimat. Evaluasi dilakukan melalui post-test untuk mengukur peningkatan kemampuan.
Hasil program ini akan dipublikasikan di jurnal terakreditasi Sinta dan media massa. Dengan dukungan dana hibah institusi (HI-ma) Unisma, program diharapkan berkelanjutan dan mendorong guru menjadikan kamus sebagai rujukan utama saat siswa kesulitan ejaan atau pelafalan.
“Dengan literasi kamus yang kuat, siswa lebih percaya diri, berani berbicara, dan memiliki daya saing lebih baik dalam penguasaan bahasa internasional,” pungkas Henny.(Red-Garudasatunews)














