BOJONEGORO, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat desa melalui program PASS ISYA’ (Pasar Setelah Salat Isya’). Kali ini, kegiatan tersebut digelar di Desa Ngraseh, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, dengan menghadirkan pasar rakyat, pasar murah, serta kegiatan sosial bagi masyarakat.
Program yang berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Minggu, tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk menggerakkan perekonomian lokal sekaligus membuka ruang pemasaran bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) desa.
Kegiatan diawali dengan salat Isya berjamaah di Masjid Sabilul Muttaqin. Setelah itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama anggota DPRD, perwakilan BUMD, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimcam, Kementerian Agama, serta Dewan Masjid Indonesia (DMI) Bojonegoro berjalan kaki sekitar 500 meter menuju lokasi pasar rakyat.
PASS ISYA tidak hanya menghadirkan aktivitas perdagangan, tetapi juga memadukan kegiatan keagamaan dan kepedulian sosial. Sejumlah kebutuhan pokok disediakan melalui pasar murah yang bekerja sama dengan Perum Bulog. Selain itu, kegiatan tersebut diisi penyerahan santunan kepada anak yatim piatu dan lanjut usia (lansia).
Bupati Bojonegoro Setyo Wahono mengatakan, pasar rakyat merupakan salah satu instrumen untuk menggali dan mengembangkan potensi ekonomi baru di tengah masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Menurutnya, kekuatan ekonomi desa menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Perekonomian desa yang berkembang dinilai dapat menjadi penopang kemajuan Kabupaten Bojonegoro.
“Kalau desa, seluruh desa ini perekonomiannya kuat dan masyarakatnya makmur, tidak ada lain yang bisa kita katakan bahwa Kabupaten Bojonegoro akan menjadi kabupaten yang unggul di Jawa Timur,” ujarnya, Jumat (6/11/2026).
Setyo Wahono menegaskan, pengembangan ekonomi daerah tidak cukup hanya mengandalkan sektor pertanian. Potensi UMKM juga harus diperkuat agar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, pasar rakyat diharapkan menjadi wadah promosi, pengenalan produk lokal, serta pengembangan inovasi bagi para pelaku usaha. Melalui kegiatan tersebut, produk unggulan desa diharapkan semakin dikenal dan memiliki peluang pemasaran lebih luas.
Pemkab Bojonegoro juga melibatkan sejumlah OPD, terutama yang berkaitan dengan sektor pertanian dan perdagangan. Kolaborasi dengan Bulog serta mitra terkait dilakukan untuk mendukung pelaksanaan operasi pasar murah.
Lebih lanjut, Bupati meminta Dinas Perdagangan melakukan kurasi terhadap potensi produk unggulan dari setiap desa. Langkah tersebut diperlukan agar produk lokal yang memiliki nilai ekonomi dapat teridentifikasi dan memperoleh dukungan pengembangan.
Pemerintah daerah menyatakan siap membantu pelaku UMKM melalui promosi maupun berbagai upaya pengembangan lainnya.
“Setiap desa itu ada unggulannya, sehingga kami bisa memberikan apresiasi. Saya minta Dinas Perdagangan mencoba mengkurasi potensi yang ada di Bojonegoro. Nanti kita bantu, baik promosi maupun lainnya, agar UMKM di desa bisa naik,” tegasnya.
Ia juga menyoroti sektor pertanian yang masih menjadi salah satu kekuatan ekonomi Bojonegoro. Luasnya lahan pertanian dinilai perlu dimaksimalkan, tanpa mengabaikan pengembangan sektor usaha lain yang memiliki potensi ekonomi.
“Kita harus memaksimalkan potensi yang ada di desa agar masyarakat Bahagia, Makmur dan Membanggakan,” pungkasnya.
Melalui program PASS ISYA’, Pemkab Bojonegoro berharap perputaran ekonomi masyarakat semakin meningkat, produk unggulan desa memperoleh ruang pemasaran, serta pelaku UMKM mampu berkembang. Keberlanjutan pengembangan dan promosi produk lokal menjadi salah satu aspek penting agar manfaat kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan pasar rakyat semata.
(Red-Garudasatunews)














