PASURUAN, Garudasatunews.id – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menyalurkan dua unit tandon air berkapasitas masing-masing 5.300 liter untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Desa Jatiarjo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, yang terdampak kebakaran Gunung Arjuno. Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan kesulitan sekitar 2.500 kepala keluarga (KK) yang masih menghadapi keterbatasan pasokan air bersih akibat kerusakan jaringan distribusi.
Penyerahan bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tersebut dilaksanakan pada Jumat (30/10/2026), bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Wilayah Jawa Timur.
Dua tandon tersebut ditempatkan di lingkungan Desa Jatiarjo dan Yayasan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Dusun Tegal Kidul. Penempatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh cadangan air bersih selama proses pemulihan jaringan distribusi berlangsung.
Kerusakan Pipa Berdampak pada Ribuan Keluarga
Kebakaran Gunung Arjuno sebelumnya mengakibatkan kerusakan jaringan pipa distribusi air yang mengalirkan pasokan dari 11 sumber mata air di kawasan gunung menuju Desa Jatiarjo.
Akibat kerusakan tersebut, pasokan air bersih warga sempat terputus total. Dampaknya dirasakan sekitar 2.500 KK yang tersebar di tiga dusun, yakni Cowek, Tegal Kidul, dan Tonggowa.
Kondisi tersebut menjadi persoalan serius karena sebagian besar masyarakat Desa Jatiarjo berprofesi sebagai petani kopi dan membutuhkan ketersediaan air untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Direktur Kelembagaan PT SIER, Ahmad Fahrudin, mengatakan bantuan dua tandon merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar setelah kebakaran Gunung Arjuno.
Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih sekaligus membantu proses pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana.
SIER juga menyatakan akan terus membangun sinergi dengan LAZISMU Jawa Timur dan berbagai pihak untuk menghadirkan program sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pasokan Air Mulai Pulih, tetapi Belum Normal
Sementara itu, Kepala Desa Jatiarjo, MH. Dardiri, mengungkapkan bahwa kebutuhan air bersih masyarakat selama ini sangat bergantung pada sumber mata air dari Gunung Arjuno.
Kerusakan jaringan pipa akibat kebakaran membuat masyarakat kehilangan akses terhadap pasokan air yang selama ini menjadi sumber utama kebutuhan sehari-hari.
Dardiri menjelaskan, saat ini aliran air mulai kembali mengalir seiring dengan perbaikan jaringan pipa. Namun, kapasitas distribusinya belum sepenuhnya mampu memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat.
Perbaikan jaringan masih terus dilakukan agar pasokan air dapat kembali normal.
Pemerintah desa juga telah berupaya mencari sumber air alternatif melalui pembuatan sumur bor. Namun, kondisi geografis wilayah setempat membuat upaya tersebut belum berhasil.
Karena itu, masyarakat masih sangat bergantung pada sumber mata air Gunung Arjuno.
Dardiri menyampaikan apresiasi kepada SIER dan LAZISMU Jawa Timur atas bantuan tandon air yang dinilai penting untuk mendukung ketersediaan cadangan air selama masa pemulihan.
Pemulihan Infrastruktur Air Masih Menjadi Tantangan
Bantuan dua tandon tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap masyarakat terdampak kebakaran. Namun, pemulihan jaringan pipa distribusi tetap menjadi kebutuhan mendasar agar pasokan air bersih dapat kembali normal secara berkelanjutan.
Keberadaan tandon diharapkan membantu masyarakat menghadapi keterbatasan pasokan selama proses perbaikan berlangsung.
Penyerahan bantuan turut dihadiri Ketua LAZISMU Jawa Timur Prof. Dr. Sigit Hermawan, Kepala Desa Jatiarjo MH. Dardiri, Anggota DPRD Komisi II Kabupaten Pasuruan Agus Suyanto, Direktur Kelembagaan PT SIER Ahmad Fahrudin, serta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pasuruan H. Achmad Samsoni.
Melalui program TJSL tersebut, SIER berharap kontribusi perusahaan dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga Desa Jatiarjo selama pemulihan pascakebakaran Gunung Arjuno.
(Red-Garudasatunews)











