Kapolres Mojokerto Ingatkan Santri Bahaya Narkoba dan Hoaks

oleh -22 Dilihat
oleh
Kapolres Mojokerto Ingatkan Santri Bahaya Narkoba dan Hoaks
Kapolres Mojokerto AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa saat saat bersilaturahmi dengan ribuan santri Ponpes Nuris 2 Mojokerto. [Foto : ist]
banner 468x60

MOJOKERTO, Garudasatunews.id – Kapolres Mojokerto AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa mengingatkan ribuan santri dan santriwati Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) 2 Mojokerto agar menjauhi narkoba, menolak segala bentuk perundungan (bullying), serta tidak mudah percaya dan menyebarkan berita bohong atau hoaks. Pesan tersebut disampaikan saat kunjungan silaturahmi di Dusun Guwo, Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Kamis (15/10/2026).

Kunjungan bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Mojokerto itu menjadi momentum memperkuat sinergi antara kepolisian dan lingkungan pesantren dalam menjaga keamanan sekaligus melindungi generasi muda dari berbagai ancaman sosial dan digital.

Di hadapan para santri, AKBP Erik menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba dapat merusak masa depan generasi muda. Karena itu, ia meminta para santri menjaga diri, memilih pergaulan yang sehat, dan tidak terjerumus dalam penggunaan obat-obatan terlarang.

Selain narkoba, Kapolres menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan. Ia mengajak seluruh santri membangun budaya saling menghormati serta menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, bukan tindakan intimidasi atau kekerasan.

Kapolres juga mengapresiasi lingkungan Pondok Pesantren Nuris 2 yang, menurutnya, tidak mengalami kejadian kekerasan. Meski demikian, ia mengingatkan agar upaya pencegahan perundungan terus dijaga sehingga setiap santri dapat belajar tanpa rasa takut maupun tekanan dari sesama.

Literasi digital menjadi perhatian

Di tengah derasnya arus informasi di media sosial, Erik turut mengingatkan para santri agar lebih kritis dalam menerima dan menyebarkan informasi. Ia meminta mereka memeriksa sumber serta kebenaran berita sebelum mempercayai atau membagikannya kepada orang lain.

Pesan tersebut menjadi penting karena penyebaran informasi yang belum terverifikasi berpotensi memicu kesalahpahaman dan merugikan pihak lain. Kebiasaan memeriksa fakta sebelum membagikan konten merupakan salah satu langkah untuk membangun budaya bermedia digital yang bertanggung jawab.

Pencegahan hoaks, narkoba, dan perundungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Selain kepolisian, pengelola pesantren, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat memiliki peran dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang serta keselamatan anak dan remaja.

Perkuat sinergi pesantren dan kepolisian

Pendiri Ponpes Nuris 2 Mojokerto, Dr. KH. Ahmad Siddiq, menyambut baik kunjungan Kapolres beserta jajaran. Ia menilai sinergi antara ulama dan umara atau pemerintah menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang aman dan harmonis.

Menurut Ahmad Siddiq, pesantren memiliki peran dalam mengajak masyarakat pada kebaikan, sedangkan kepolisian menjalankan fungsi menjaga keamanan dan ketertiban serta mencegah pelanggaran hukum. Kerja sama keduanya diharapkan dapat memperkuat pembinaan moral dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi ruang komunikasi antara kepolisian dan lembaga pendidikan keagamaan untuk mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Ke depan, pesan pencegahan narkoba, perundungan, dan penyebaran hoaks diharapkan tidak berhenti pada imbauan, tetapi juga diperkuat melalui edukasi berkelanjutan dan keterlibatan seluruh unsur pendidikan. Dengan demikian, pesantren dapat terus menjadi ruang belajar yang aman sekaligus mendukung pembentukan generasi muda yang berkarakter, kritis, dan bertanggung jawab.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.