GRESIK, Garudasatunews.id – Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong pengelola dan perusahaan di kawasan industri Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Kabupaten Gresik, Jawa Timur, untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal. Meski sejumlah perusahaan telah mempekerjakan warga setempat, peluang memperluas keterlibatan masyarakat Gresik dinilai masih terbuka.
Dorongan tersebut disampaikan Sarmuji saat mengunjungi kawasan JIIPE, Jumat (16/10/2026), termasuk meninjau pabrik PT Xinyi Glass Indonesia. Ia menilai pertumbuhan kawasan industri harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar lokasi, terutama melalui perluasan kesempatan kerja.
Sarmuji mengungkapkan, sekitar 70 persen tenaga kerja di PT Xinyi Glass Indonesia dan PT Xinyi Solar Indonesia merupakan warga lokal asal Gresik. Capaian tersebut menjadi indikasi bahwa keterlibatan tenaga kerja daerah dapat berjalan seiring dengan aktivitas industri.
Namun, ia menegaskan, persentase tersebut tidak serta-merta menggambarkan kondisi seluruh perusahaan di JIIPE. Karena itu, peningkatan serapan tenaga kerja lokal secara menyeluruh tetap perlu menjadi perhatian.
Kompetensi Pekerja Jadi Tantangan
Menurut Sarmuji, upaya memperluas kesempatan kerja bagi warga setempat tidak cukup hanya dengan mendorong perusahaan melakukan perekrutan. Pemerintah daerah juga perlu menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan industri.
Kesesuaian keterampilan atau skill matching menjadi salah satu faktor penting agar pencari kerja lokal mampu memenuhi persyaratan perusahaan. Pendidikan vokasi, pelatihan kerja, serta hubungan antara lembaga pendidikan dan dunia industri berpotensi menjadi bagian dari strategi tersebut.
Sarmuji menilai tenaga kerja yang kompeten dan produktif akan mendukung kinerja pabrik sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar internasional.
Dengan demikian, peningkatan penyerapan tenaga kerja lokal perlu diiringi langkah konkret dalam menyiapkan calon pekerja. Tanpa kesesuaian kompetensi, peluang kerja yang tersedia belum tentu dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sekitar.
Dampak Ekonomi Harus Dirasakan Masyarakat
Selain membuka lapangan kerja, keberadaan JIIPE dinilai berpotensi menggerakkan aktivitas ekonomi di wilayah sekitar Gresik. Pertumbuhan industri dapat menciptakan efek berantai melalui kebutuhan jasa, logistik, pemasok barang, kontraktor, hingga usaha kecil yang mendukung kegiatan perusahaan.
Meski demikian, manfaat ekonomi kawasan industri perlu dilihat secara menyeluruh. Pertumbuhan investasi dan aktivitas produksi idealnya berjalan seiring dengan terbukanya akses kerja bagi warga setempat serta berkembangnya peluang usaha masyarakat.
Sarmuji juga menyoroti pentingnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai manfaat pengembangan kawasan industri. Dialog dinilai diperlukan, terutama di wilayah yang masih memiliki kekhawatiran terhadap perubahan sosial akibat ekspansi industri.
Menurutnya, pengembangan kawasan industri yang terkonsentrasi berpotensi membatasi dampak langsung terhadap kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Namun, komunikasi dengan warga tetap diperlukan agar kekhawatiran masyarakat dapat didengar dan dijelaskan secara terbuka.
Perlu Evaluasi dan Kolaborasi
Dorongan Menperin tersebut menempatkan penyerapan tenaga kerja lokal sebagai salah satu aspek penting dalam menilai manfaat pengembangan industri. Tantangannya bukan hanya menghadirkan investasi, tetapi juga memastikan masyarakat sekitar memiliki kesempatan yang memadai untuk mengakses lapangan kerja.
Kolaborasi antara pengelola kawasan, perusahaan, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan tujuan tersebut.
Ke depan, transparansi mengenai kebutuhan tenaga kerja, kualifikasi jabatan, serta perkembangan perekrutan warga lokal dapat membantu publik menilai sejauh mana pertumbuhan JIIPE memberikan manfaat bagi masyarakat Gresik.
Dengan peningkatan kompetensi dan koordinasi lintas pihak, kawasan industri diharapkan tidak hanya memperkuat sektor manufaktur, tetapi juga memperluas kesempatan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
(Red-Garudasatunews)











