PONOROGO, Garudasatunews.id – Kandang dan bangunan penyimpanan alat pertanian di Dukuh Mijil, Desa Serangan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, terbakar setelah pemilik rumah membakar sampah bekas wadah obat-obatan pertanian pada Senin (12/10/2026).
Kebakaran terjadi setelah aktivitas pembakaran sampah ditinggalkan sebelum api dan bara dipastikan benar-benar padam. Bara kemudian menyambar tumpukan kayu dan bambu di sekitar lokasi hingga api membesar dan melahap bangunan seluas sekitar 18 meter persegi.
Peristiwa tersebut bermula ketika Minhajul Qowim membakar sampah bekas kemasan obat pertanian di dekat area kandang sejak pagi. Setelah ditinggalkan, api yang masih menyala diduga merambat ke material mudah terbakar di sekitarnya.
Saat kejadian, hanya terdapat seorang lansia, Wiji (72), di rumah. Sementara tiga penghuni lainnya sedang beraktivitas di luar. Kepulan asap dan kobaran api kemudian diketahui Suyanto, kerabat korban, yang selanjutnya menghubungi Mako Pemadam Kebakaran (Damkar) Ponorogo.
Laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 15.28 WIB. Regu A Damkar Ponorogo langsung bergerak menuju lokasi yang berjarak sekitar 8 kilometer dan tiba sekitar pukul 15.44 WIB.
Dua unit armada pemadam, masing-masing bernomor AE 8005 TP dan AE 8133 SP, bersama belasan personel kemudian melakukan pemadaman sekaligus melokalisasi api agar tidak merambat ke bangunan utama.
Komandan Regu A Damkar Ponorogo, Antok Haryanto, mengatakan fokus petugas tidak hanya memadamkan api, tetapi juga mencegah kobaran menjalar serta menyelamatkan ternak yang berada di sekitar lokasi.
Proses pemadaman berlangsung sekitar 43 menit. Pada pukul 16.28 WIB, api dinyatakan padam dan lokasi dipastikan aman. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Meski demikian, kebakaran mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir sekitar Rp5 juta. Kerugian tersebut mencakup kerusakan bangunan dan sejumlah alat pertanian.
Di tengah kobaran api, sebanyak delapan ekor kambing serta sejumlah bebek dan ayam milik warga berhasil diselamatkan petugas. Penyelamatan ternak menjadi salah satu prioritas karena kandang berada berdekatan dengan bangunan yang terbakar.
Peristiwa ini kembali menyoroti risiko pembakaran sampah secara terbuka, terutama ketika dilakukan berdekatan dengan material kering seperti kayu dan bambu. Kelalaian meninggalkan api sebelum benar-benar padam dapat memicu kebakaran dan menimbulkan kerugian materiil.
Damkar Ponorogo mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan lokasi pembakaran sampah selama api maupun bara masih menyala. Warga juga diminta menghindari pembakaran sampah di dekat tumpukan bahan yang mudah terbakar untuk mencegah kejadian serupa terulang.
(Red-Garudasatunews)














