SAMPANG, Garudasatunews.id – Kecelakaan lalu lintas maut terjadi di Jalan Jalur Lintas Selatan (JLS) Makboel, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Sabtu (10/10/2026). Tabrakan antara sepeda motor Honda Scoopy dan mobil pikap Mitsubishi L300 tersebut menyebabkan seorang perempuan yang menjadi pembonceng motor meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara pengendara motor mengalami luka-luka.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan pengguna jalan, terutama ketika melintas di jalur yang mempertemukan kendaraan dari arah berlawanan. Berdasarkan informasi yang diberitakan Beritajatim.com, kecelakaan diduga bermula ketika sepeda motor kehilangan kendali hingga masuk ke jalur berlawanan.
Kendaraan yang terlibat adalah Honda Scoopy bernomor polisi L 6180 DAO yang dikendarai Salman Al Farisi (17), warga Desa Plakaran, Kecamatan Jrengik, dengan seorang perempuan berinisial Ms sebagai pembonceng. Sementara itu, Mitsubishi L300 bernomor polisi M 8674 WD dikemudikan Moh Jeky Wahyudi (25), warga Desa Lalangon, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sampang, Ipda Nasrun Wijaya, menjelaskan bahwa sepeda motor tersebut melaju dari arah barat menuju timur dengan kecepatan sedang. Saat tiba di kawasan JLS Makboel, pengendara diduga kehilangan konsentrasi sehingga motor oleng ke kanan dan memasuki jalur kendaraan dari arah berlawanan.
Pada saat bersamaan, mobil pikap Mitsubishi L300 melaju dari arah berlawanan. Jarak kedua kendaraan yang sudah terlalu dekat membuat tabrakan tidak dapat dihindari.
Benturan tersebut mengakibatkan pembonceng berinisial Ms mengalami luka fatal dan meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara Salman mengalami sejumlah luka dan segera dibawa ke fasilitas medis terdekat untuk mendapatkan penanganan.
Petugas Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Sampang telah mengamankan kedua kendaraan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan
Dugaan hilangnya konsentrasi pengendara menjadi salah satu aspek yang perlu dipastikan melalui penyelidikan. Keterangan saksi, kondisi kendaraan, posisi benturan, serta hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dapat membantu petugas menyusun kronologi secara lebih menyeluruh.
Hingga informasi yang tersedia diberitakan, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai hasil akhir penyelidikan ataupun faktor lain yang mungkin turut menyebabkan kecelakaan tersebut. Karena itu, dugaan penyebab awal perlu ditempatkan sebagai keterangan sementara, bukan kesimpulan final.
Insiden ini juga menyoroti pentingnya menjaga konsentrasi, mengendalikan kecepatan, dan mempertahankan posisi kendaraan pada jalur yang semestinya. Pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan ketika berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan, khususnya di jalan yang tidak menyediakan banyak ruang untuk menghindar.
Di sisi lain, penanganan kecelakaan tidak berhenti pada pengamanan kendaraan dan evakuasi korban. Penelusuran faktor penyebab secara objektif diperlukan agar peristiwa serupa dapat menjadi bahan evaluasi keselamatan lalu lintas di wilayah Kabupaten Sampang.
Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan tidak berkendara ketika konsentrasi menurun. Setiap pengguna jalan memiliki tanggung jawab menjaga keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
(Red-Garudasatunews)













