Viral Pasien Stroke Diduga Ditolak Puskesmas Bandaran Pamekasan, Kepala Puskesmas Buka Suara

oleh -21 Dilihat
oleh
banner 468x60

IMG-20260930-WA0008

​PAMEKASAN, Garudasatunews.id — Sebuah video berdurasi 1 menit 24 detik yang memperlihatkan Heri Sutrisno, warga Desa Bandaran, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, terbaring lemas di rumahnya mendadak viral di media sosial. Perekam video menyebut warga kurang mampu penderita stroke tersebut dipulangkan dan tidak mendapatkan pelayanan rawat inap dari Puskesmas Bandaran karena kartu BPJS Kesehatannya terblokir.

​”Saya melaporkan warga Bandaran atas nama Heri Sutrisno, warga miskin punya penyakit stroke, kumat. Ternyata tadi masuk rumah sakit tapi tidak dilayani sama Puskesmas Bandaran,” ujar perekam dalam video tersebut.

​Fajar, tetangga Heri, membenarkan kejadian itu. Menurutnya, Heri tinggal sebatang kara setelah bercerai dengan istrinya dan ditinggal wafat kedua orang tuanya. Sementara itu, kedua anak Heri saat ini sedang menimba ilmu di pondok pesantren.
​”Video itu benar. Baru-baru ini dia mengalami stroke dan kondisinya sedang kambuh. Mengingat kondisinya, kemungkinan pasien memang membutuhkan pelayanan rawat inap,” ungkap Fajar.

​Penjelasan Pihak Puskesmas
​Menanggapi kabar penolakan tersebut, Kepala Puskesmas Bandaran, dr. Nur Aini, secara tegas membantah tuduhan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihaknya tetap memberikan penanganan darurat kepada pasien tanpa mempermasalahkan status asuransi di awal.

​”Kami tidak menanyakan BPJS terlebih dahulu. Kami fokus pada keluhan dan memberikan penanganan kedaruratan, seperti pemasangan oksigen dan infus. Setelah kondisi stabil, baru kami pendataan nama, alamat, serta status asuransi,” jelas Nur Aini.

Dikutip Kompas.com, ​Mengenai tidak diberikannya fasilitas rawat inap, Nur Aini menerangkan bahwa keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan medis dan kapasitas puskesmas yang terbatas. Saat itu, seluruh ketersediaan tempat tidur (bed) sedang penuh.

​”Kapasitas kami hanya 10 tempat tidur dan saat itu kondisinya penuh (overload). Bahkan sudah ada dua pasien lain yang mengantre untuk rawat inap, sedangkan Pak Heri merupakan antrean ketiga. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi pasien saat itu masih memungkinkan untuk dilakukan rawat jalan,” tambahnya.

​Pasca-viralnya video tersebut, Wakil Bupati Pamekasan, Sukrianto, turun tangan pada Selasa malam. Saat ini, Heri Sutrisno telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di RSUD Smart Pamekasan. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.