Ular Piton Muncul di Atap SMPN 4 Gresik

oleh -19 Dilihat
oleh
Ular Piton Muncul di Atap SMPN 4 Gresik
petugas Damkar Gresik mengevakuasi ular piton yang menggelantung dibagian rangka atap genting sekolah
banner 468x60

GRESIK, Garudasatunews.id – Aktivitas belajar mengajar di SMPN 4 Gresik mendadak terganggu setelah seekor ular piton ditemukan berada di rangka atap sekolah, Senin (28/9/2026) pagi. Kemunculan reptil tersebut membuat sejumlah siswa terkejut dan berhamburan keluar kelas untuk melaporkan temuan itu kepada guru.

Peristiwa bermula ketika seorang siswa melihat keberadaan ular di bagian atas kelas. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada guru yang sedang mengajar. Menyadari adanya potensi bahaya bagi siswa dan tenaga pendidik, pihak sekolah kemudian meminta bantuan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Gresik.

Guru SMPN 4 Gresik, Utomo, mengatakan dirinya langsung menghubungi petugas Damkar setelah menerima laporan dari siswa mengenai ular piton di atas rangka atap sekolah.

Petugas Damkar Pos Kota Gresik kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi. Penanganan dilakukan menggunakan alat pelindung diri (APD) dan tongkat khusus guna mengamankan ular dari area atap.

Perwira Piket DPKP Gresik, Rizal Sulistyo Nugroho, menyebut siswa sempat panik ketika mengetahui keberadaan ular tersebut. Namun, laporan cepat dari siswa dan guru memungkinkan petugas segera melakukan penanganan.

“Anak-anak spontan kaget, langsung lari dan melaporkan kepada gurunya. Guru yang mengajar kemudian melapor dan meminta bantuan ke Damkar Gresik,” kata Rizal.

Petugas akhirnya berhasil menangkap ular piton tersebut tanpa menimbulkan korban luka. Setelah dievakuasi, ular diamankan dan disimpan di kandang ular milik DPKP Gresik.

Pihak sekolah juga mengutamakan keselamatan siswa dengan tidak melakukan penanganan secara mandiri. Langkah tersebut menjadi penting mengingat ular yang berada di bagian rangka atap dapat sulit dijangkau dan berpotensi membahayakan apabila didekati tanpa peralatan maupun keahlian yang memadai.

Kejadian ini sekaligus menunjukkan pentingnya mekanisme pelaporan cepat di lingkungan sekolah ketika ditemukan satwa liar atau kondisi yang berpotensi membahayakan. Siswa diarahkan untuk segera menjauh dari lokasi dan melapor kepada guru atau petugas, bukan mencoba menangkap atau mendekati hewan tersebut.

DPKP Gresik mencatat sepanjang September 2026 pihaknya menangani berbagai kondisi kedaruratan masyarakat, termasuk evakuasi ular, kucing yang masuk sumur, hingga biawak yang berada di dalam rumah.

Tidak ada siswa maupun guru yang dilaporkan terluka dalam kejadian ular piton di SMPN 4 Gresik tersebut. Setelah reptil berhasil diamankan petugas, situasi di lingkungan sekolah kembali kondusif dan kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman.

 (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.