SPPG Sumberejo Lamongan Kembali Beroperasi dengan IPAL Baru

oleh -17 Dilihat
oleh
SPPG Sumberejo Lamongan Kembali Beroperasi dengan IPAL Baru
Asisten Lapangan SPPG Sumberejo, Alfitra, menunjukkan air limbah yang sudah melalui proses pengolahan, Jumat (25/9/2026).
banner 468x60

LAMONGAN, Garudasatunews.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sumberejo, Kabupaten Lamongan, kembali beroperasi sejak 24 September 2026 setelah melakukan pembenahan menyusul keluhan warga terkait dampak operasional. Salah satu pembenahan utama dilakukan melalui penerapan teknologi Total Filter Solution untuk meningkatkan pengolahan air limbah.

Kepala SPPG Sumberejo, Asrul Satria Pratama, mengatakan inovasi tersebut dikembangkan sebagai penyempurnaan sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL) yang sebelumnya digunakan. Menurutnya, penerapan teknologi tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan akademisi perguruan tinggi negeri di Jawa Timur.

Asrul menjelaskan, sistem sebelumnya mengandalkan proses biologis menggunakan bakteri. Namun, ketika debit air meningkat pada waktu tertentu, bakteri pengurai yang dimasukkan dapat ikut terbawa aliran sehingga proses penguraian dinilai kurang optimal.

Melalui sistem baru, pengolahan dilakukan secara bertahap. Limbah padat dan sisa makanan dipisahkan terlebih dahulu menggunakan screen stainless dan filter bak kontrol. Air limbah kemudian masuk ke grease trap berkapasitas sekitar 1.500 liter untuk memisahkan minyak, lemak, dan kotoran.

Tahap berikutnya dilakukan melalui empat tong filtrasi dengan media penyaring berbeda, antara lain coco fiber dan pasir silika. Air hasil filtrasi kemudian ditampung dalam profil tank berkapasitas 1.200 liter sebelum dipompa menuju dua tabung filter berbahan Fiber Reinforced Plastic (FRP).

Pengelola juga berencana menambahkan akuarium sebagai indikator biologis sederhana untuk memantau kondisi air hasil pengolahan. Namun, indikator tersebut merupakan bagian dari rencana pengembangan sistem dan bukan satu-satunya dasar untuk menentukan kualitas air.

Selain persoalan limbah, pengelola SPPG melakukan relokasi mesin blower setelah sebelumnya terdapat keluhan warga mengenai kebisingan. Langkah tersebut dilakukan bersamaan dengan pembenahan saluran pembuangan agar lebih tertutup dan tertata.

Perwakilan Paguyuban Perumahan Insani Regency, Duta Minanda, mengatakan warga mengapresiasi langkah perbaikan yang dilakukan pengelola. Menurutnya, warga sebelumnya tidak menolak keberadaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG), tetapi meminta dampak operasional SPPG terhadap lingkungan permukiman diperhatikan.

Setelah dilakukan perbaikan dan mediasi, warga kembali memberikan dukungan terhadap operasional SPPG Sumberejo. Hal itu sekaligus membuka kembali distribusi MBG kepada penerima manfaat di wilayah tersebut.

Koordinator SPPG Kecamatan Lamongan, Agustina Nurul Herdian, membenarkan SPPG Sumberejo kembali diizinkan beroperasi sejak 24 September 2026 setelah perbaikan dan mediasi dengan warga.

Kembalinya operasional juga berdampak langsung terhadap penerima manfaat. PIC SMK Thoriqul Ulum Lamongan, Nenes Diah, menyatakan distribusi MBG kepada siswa telah kembali berjalan.

Pembenahan SPPG Sumberejo kini menjadi perhatian bukan hanya dari sisi kelancaran program pemenuhan gizi, tetapi juga dari aspek pengelolaan lingkungan. Persoalan yang sebelumnya memicu keluhan warga telah direspons melalui perbaikan IPAL, penataan saluran limbah, serta relokasi blower.

Ke depan, konsistensi pengelola dalam menjalankan sistem pengolahan limbah dan menjaga kenyamanan lingkungan menjadi bagian penting agar operasional SPPG dapat berlangsung berkelanjutan sekaligus tetap memberikan manfaat bagi penerima program MBG.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.