JOMBANG, Garudasatunews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang mempercepat pelaksanaan Program 1 Dusun 1 Wirausaha Baru (WUB) Tahun Anggaran 2026. Program tersebut menyasar 302 desa dan 1.210 dusun dengan melibatkan 3.630 calon wirausahawan lokal.
Program pemberdayaan tersebut diarahkan untuk menciptakan pelaku usaha baru sekaligus memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal. Dari setiap dusun, terdapat tiga calon wirausahawan yang mendapat pelatihan keterampilan serta pendampingan untuk memulai maupun mengembangkan usaha.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Jombang meningkatkan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penguatan program dibahas dalam agenda “Sinergi Kemitraan dan Kurasi Produk UMKM Mandiri serta Wirausaha Baru (WUB)” di Pendopo Kabupaten Jombang, Rabu (23/9/2026). Kegiatan itu menggandeng PT Indomarco Prismatama (Indomaret) dan didukung Bank Jatim Cabang Jombang.
Bupati Jombang Warsubi mengatakan potensi ekonomi masyarakat Jombang cukup beragam, mulai dari olahan makanan dan minuman, kerajinan, fesyen hingga produk pertanian. Karena itu, peningkatan kualitas produk, legalitas, kemasan dan akses pasar dinilai menjadi faktor penting agar UMKM mampu berkembang.
“Untuk meningkatkan daya saing, UMKM Jombang perlu terus diperkuat dari sisi kualitas, legalitas, kemasan, hingga akses pasar,” kata Warsubi dalam kegiatan tersebut.
Secara teknis, Program 1 Dusun 1 WUB memetakan potensi usaha berdasarkan karakteristik wilayah. Empat klaster utama yang menjadi sasaran meliputi pertanian sebanyak 382 dusun, perikanan 335 dusun, usaha mikro 277 dusun dan peternakan 216 dusun.
Dari total 1.210 dusun sasaran, sebanyak 1.020 dusun disebut telah menyelesaikan pelatihan keterampilan. Sementara dukungan sarana dan prasarana usaha salah satunya diberikan melalui Bantuan Keuangan (BK) Desa yang telah terealisasi di 398 dusun atau sekitar 32,9 persen.
Pemkab Jombang juga melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah untuk memberikan pendampingan teknis. Di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan.
Di sisi pemasaran, kemitraan dengan PT Indomarco Prismatama diarahkan untuk membantu produk UMKM memenuhi standar pasar modern. Pelaku usaha mendapatkan pelatihan terkait kualitas, kemasan, legalitas P-IRT dan sertifikasi halal. Produk yang lolos kurasi berpeluang dipasarkan melalui jaringan gerai Indomaret.
Branch Manager PT Indomarco Prismatama Cabang Jombang Sugeng Riyadi menyebut saat ini sudah terdapat tujuh produk UMKM lokal Jombang yang dipasarkan melalui gerai Indomaret. Kemitraan tersebut diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk daerah.
Program ini sekaligus memperlihatkan bahwa tantangan pemberdayaan wirausaha bukan hanya menciptakan jumlah pelaku usaha baru. Keberlanjutan usaha akan sangat bergantung pada kualitas produk, kepastian legalitas, kemampuan memenuhi standar pasar, pendampingan, serta akses pembiayaan dan pemasaran.
Dengan 3.630 calon wirausahawan yang diberdayakan, Pemkab Jombang kini menghadapi tahap berikutnya, yakni memastikan pelatihan dan bantuan yang telah diberikan benar-benar berujung pada usaha yang berjalan, berkembang dan mampu menggerakkan ekonomi di tingkat dusun.
(Red-Garudasatunews)














