
SURABAYA, Garudasatunews.id — Sebanyak 24 kabupaten dan kota di Jawa Timur resmi menetapkan status darurat kekeringan akibat kemarau panjang. Pulau Madura menjadi kawasan terdampak paling parah, dengan Kabupaten Pamekasan dan Sampang mencatatkan jumlah warga terdampak tertinggi.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur, Gatot Soebroto, mengungkapkan bahwa hingga saat ini tercatat sebanyak 153.971 jiwa atau 37.585 Kepala Keluarga (KK) di seluruh wilayah Jatim merasakan dampak krisis air bersih tersebut.
”Wilayah Madura masih menjadi daerah dengan dampak terparah, salah satunya di Pamekasan dan Sampang,” ujar Gatot dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).
Berdasarkan data BPBD Jatim, di Kabupaten Pamekasan terdapat 5.994 KK atau sekitar 18.631 jiwa yang mengalami krisis air bersih. Angka terdampak yang lebih besar tercatat di Kabupaten Sampang, di mana kekeringan telah melanda 67.203 jiwa sepanjang tahun 2026. Wilayah Madura lainnya, Kabupaten Bangkalan, juga mencatatkan 17.623 jiwa terdampak.
Selain Pulau Madura, sejumlah wilayah lain di Jawa Timur turut melaporkan dampak signifikan, antara lain:
Kabupaten Pasuruan: 14.752 jiwa
Kabupaten Trenggalek: 11.625 jiwa
Kabupaten Bojonegoro: 11.400 jiwa
Kabupaten Bondowoso: 9.960 jiwa
Kabupaten Pacitan dan Tuban
Pemerintah Pasok Belasan Juta Liter Air Bersih
Menanggapi krisis yang meluas ini, BPBD Jatim bersama pihak terkait telah mendistribusikan sebanyak 18.548.700 liter air bersih ke 23 kabupaten/kota terdampak. Gatot menegaskan bahwa ketersediaan cadangan pasokan air bersih dan sarana pendukung hingga saat ini masih aman.
”Bantuan distribusi air bersih ini bersumber dari kolaborasi APBD Pemprov Jatim, APBD Pemkab/Pemkot setempat, CSR BUMD, pihak swasta, hingga PMI Jawa Timur,” jelasnya.
Gatot menambahkan, BPBD Jatim telah menyiagakan 13.835 ritase pasokan air bersih dengan kapasitas 5.000 liter per ritase siap disalurkan ke wilayah yang membutuhkan. Selain itu, disiapkan pula bantuan logistik pendukung berupa 1.400 tandon air, 5.000 jeriken, 500 tandon lipat, serta 17.500 lembar terpal untuk membantu penampungan air warga. (Red-Garudasatunews)















