Progres Jembatan Candinegoro Baru 17 Persen

oleh -22 Dilihat
oleh
Progres Jembatan Candinegoro Baru 17 Persen
Wabup Sidoarjo Mimik Idayana sidak pembangunan Jembatan Candinegoro
banner 468x60

SIDOARJO, Garudasatunews.id – Pembangunan Jembatan Desa Candinegoro, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, menjadi sorotan setelah Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana melakukan inspeksi mendadak (sidak), Senin (21/9/2026). Dari hasil pengecekan, progres pekerjaan baru mencapai sekitar 17 persen, sementara target yang seharusnya sudah berada di kisaran 45 persen. Kondisi tersebut menunjukkan deviasi keterlambatan sekitar 28 persen.

Keterlambatan menjadi perhatian karena proyek jembatan tersebut ditargetkan selesai pada November 2026, sementara wilayah Sidoarjo mulai memasuki persiapan menghadapi musim hujan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo meminta kontraktor segera melakukan percepatan pekerjaan agar keterlambatan tidak semakin melebar.

Dalam sidak tersebut, Mimik didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBM-SDA) Sidoarjo M. Makhmud, anggota DPRD Sidoarjo Komisi B H. Ir. Supriyono, Camat Wonoayu serta perangkat Desa Candinegoro.

Salah satu persoalan yang disorot adalah jumlah tenaga kerja di lokasi. Saat dilakukan pemeriksaan, pekerja yang berada di lapangan disebut hanya sekitar 10 orang. Kondisi tersebut dinilai perlu dievaluasi mengingat pekerjaan harus mengejar ketertinggalan progres yang cukup signifikan.

Mimik meminta kontraktor menambah tenaga kerja dan sumber daya pendukung. Opsi penambahan jam kerja atau lembur juga diminta dipertimbangkan untuk mengejar target penyelesaian, dengan tetap memperhatikan keselamatan kerja dan ketentuan yang berlaku.

Material Besi Turut Dipersoalkan

Selain keterlambatan, aspek teknis pembangunan turut menjadi perhatian. Dalam pemeriksaan lapangan, Mimik meminta material besi yang digunakan pada bagian tertentu diperiksa kembali kesesuaiannya dengan spesifikasi teknis dan dokumen perencanaan.

Material yang dinilai tidak sesuai spesifikasi diminta untuk diganti. Pemeriksaan terhadap material menjadi penting karena kualitas bahan konstruksi berkaitan langsung dengan mutu dan keamanan bangunan jembatan.

Pemerintah daerah meminta pengawas dan pelaksana memastikan seluruh pekerjaan mengacu pada spesifikasi teknis, perencanaan, serta ketentuan kontrak. Apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya material yang tidak memenuhi persyaratan, tindakan perbaikan harus dilakukan sesuai ketentuan.

Proyek Bernilai Rp1,46 Miliar

Pembangunan Jembatan Candinegoro disebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp1,46 miliar dari APBD Kabupaten Sidoarjo. Proyek tersebut dikerjakan CV Ardhi Bila, perusahaan asal Jember yang disebut sebagai pemenang lelang.

Dengan nilai anggaran tersebut, sorotan tidak hanya tertuju pada penyelesaian fisik, tetapi juga pada kesesuaian pelaksanaan dengan dokumen kontrak, spesifikasi teknis, kualitas pekerjaan, serta jadwal yang telah ditetapkan.

Pemkab Sidoarjo menegaskan pengawasan akan terus dilakukan agar pembangunan jembatan dapat diselesaikan sesuai target dan memberikan manfaat bagi mobilitas masyarakat Candinegoro dan wilayah sekitarnya.

Keterlambatan progres dan persoalan material tersebut menjadi bagian yang perlu ditindaklanjuti melalui pengawasan teknis. Hingga pembangunan selesai, perkembangan pekerjaan dan pemenuhan spesifikasi menjadi aspek penting untuk memastikan penggunaan anggaran daerah berjalan sesuai peruntukan dan ketentuan yang berlaku.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.