
SAMPANG, Garudasatunews.id – Peristiwa tragis mengguncang warga Desa Mambulu Barat, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang. Seorang pria berinisial M tewas setelah diduga menjadi korban pembacokan oleh menantu sambungnya sendiri, D, pada Minggu (20/9/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula saat D mendatangi kediaman korban. Saat itu, M tengah duduk santai di teras rumah. Terduga pelaku sempat masuk ke dalam rumah sebelum akhirnya keluar dan tiba-tiba menyerang korban dari arah belakang menggunakan senjata tajam jenis celurit.
Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menuturkan, tidak ada warga yang melihat langsung detik-detik penganiayaan tersebut secara utuh. Motif di balik aksi nekat D pun hingga kini masih misterius.
”Korban mengalami luka parah akibat sabetan celurit. Karena lukanya sangat parah, korban sempat dilarikan ke Puskesmas Tambelangan untuk penanganan medis,” ujar sumber tersebut, Senin (21/9/2026).
Kepala Puskesmas Tambelangan, Bustanul Arifin, membenarkan pihaknya menerima pasien dugaan pembacokan tersebut pada Senin (21/9/2026) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Namun, saat tiba di lokasi perawatan, korban dipastikan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
”Petugas menemukan luka sabetan serius di bagian belakang kepala, leher, dan bahu. Luka paling parah berada di bagian leher. Saat proses penjahitan luka dilakukan, kondisi pasien memang sudah tidak bernyawa,” terang Bustanul.
Sementara itu, Kasihumas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, membenarkan adanya peristiwa berdarah tersebut. Kendati demikian, pihak kepolisian belum bisa memberikan keterangan detail terkait kronologi lengkap maupun motif pelaku karena masih dalam tahap penyelidikan.
”Iya benar (ada kejadian tersebut). Mohon waktu, tim masih mengumpulkan data dan keterangan di lapangan,” pungkas AKP Eko singkat. (Red-Garudasatunews)













