Ibu dan Anak Tewas Tersengat Jebakan Tikus Listrik

oleh -17 Dilihat
oleh
Ibu dan Anak Tewas Tersengat Jebakan Tikus Listrik
Sutik, 75, dan Paniti, 45, ibu dan anak warga Desa Sidomukti, Kasiman, Bojonegoro, tewas diduga tersengat jebakan tikus beraliran listrik.
banner 468x60

BOJONEGORO, Garudasatunews.id – Dua perempuan yang merupakan ibu dan anak ditemukan meninggal dunia di area persawahan Dusun Pager, Desa Sidomukti, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (10/9/2026) pagi. Keduanya diduga tewas setelah tersengat aliran listrik dari jebakan tikus ketika hendak menuju sawah untuk menanam padi.

Kedua korban diketahui bernama Sutik, sekitar 75 tahun, dan Paniti, 45 tahun. Keduanya berangkat menuju persawahan sekitar pukul 05.00 WIB untuk bekerja menanam padi. Saat memasuki area sawah, keduanya diduga terkena aliran listrik dari perangkat jebakan tikus yang dipasang di lahan tersebut.

Kapolsek Kasiman AKP Mochamad Khambali membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan pemeriksaan awal, kedua korban meninggal dunia akibat tersengat listrik jebakan tikus.

Peristiwa itu diketahui setelah warga menemukan kedua korban dalam kondisi tidak bernyawa. Informasi kemudian diteruskan kepada perangkat Dusun Pager dan Polsek Kasiman. Petugas kepolisian bersama Tim Inafis Polres Bojonegoro serta petugas Puskesmas Kasiman selanjutnya mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan terhadap korban.

Dari hasil pemeriksaan luar, ditemukan luka bakar pada tubuh kedua korban. Paniti mengalami luka bakar pada jari tengah tangan kiri. Sementara Sutik mengalami luka bakar pada sela ibu jari dan telunjuk tangan kanan serta luka bakar pada paha kanan berukuran sekitar 15 x 4 sentimeter.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan jebakan listrik tersebut. Di antaranya gulungan kawat listrik sepanjang kurang lebih 10 meter dan tiang bambu sekitar 50 sentimeter.

Jebakan tikus beraliran listrik tersebut diketahui milik Suparngun, warga setempat yang masih bertetangga dengan kedua korban. Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian peristiwa serta pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan instalasi listrik tersebut.

Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh kedua korban berdasarkan pemeriksaan awal. Namun, penggunaan listrik sebagai jebakan tikus kembali memperlihatkan risiko serius bagi keselamatan warga yang beraktivitas di kawasan persawahan.

Persoalan utama dalam kejadian ini bukan hanya kecelakaan, tetapi juga aspek keselamatan lingkungan pertanian. Jebakan yang dialiri listrik dapat menjadi ancaman tersembunyi bagi petani, buruh tani maupun warga yang melintas karena keberadaan kabel bertegangan tidak selalu mudah diketahui.

Polisi kini menangani kasus tersebut untuk mendalami pemasangan jebakan listrik yang menyebabkan dua warga kehilangan nyawa. Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan bahwa pengendalian hama di lahan pertanian semestinya tidak mengorbankan keselamatan manusia.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.