Menyembuhkan Raga Menyentuh Langit, Kisah Polisi Penabung Pahala di Jalan Tambak Asri

oleh -20 Dilihat
oleh
banner 468x60

Surabaya, garudasatunews.id|| Di balik ketegasan lencana dan kemeja cokelat seragam dinas Kepolisian, bersemayam sebuah ketulusan sunyi yang mengalir dari hati nurani. Dialah Aiptu Affan Hermansyah, seorang anggota Panit Binmas di Polsek Pabean Cantikan masuk wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang mendedikasikan waktu senggangnya untuk merawat tubuh dan batin warga yang menderita—sepenuhnya tanpa memungut biaya.

Menembus Batas Jam Dinas, Bagi sebagian orang, jam istirahat selepas tugas negara adalah waktu melunturkan penat. Namun bagi Aiptu Affan, melepas atribut operasional bukan berarti berhenti melayani. Di kediamannya yang berlokasi di Jalan Tambak Asri Gang 26 Nomor 22, Surabaya, ia mengubah teras dan ruang tamunya menjadi tempat persinggahan harapan.

Dari keluhan ringan hingga saraf kejepit dan penyakit menahun yang belum juga menemui titik terang, ia layani satu per satu. Tanpa kotak amal, tanpa tarif pendaftaran, dan tanpa syarat tersembunyi.

Bagi Aiptu Affan, seragam Polri bukan sekadar simbol penegakan hukum, melainkan jubah pengabdian total kepada masyarakat. Ketika peluh pelat dinas diletakkan, ketukan pintu dari warga yang menahan sakit menjadi panggilan nurani yang tak kuasa ia abaikan.

Membuka mata publik bahwa institusi kepolisian memiliki sisi humanis yang amat dalam. Di saat dunia sering kali mengukur nilai kemanusiaan dengan lembaran rupiah, Aiptu Affan memilih jalan sunyi yang kaya akan makna: menyembuhkan raga dengan keikhlasan, merawat sesama dengan nurani

Ketukan Pintu di Penghujung Senja, Suara azan Magrib baru saja berkumandang ketika Affan melangkah masuk ke rumahnya. Tubuhnya lelah setelah seharian penuh bertugas menjaga keamanan di Sat Samapta Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Namun, sebelum ia sempat meneguk segelas air, terdengar ketukan pelan di pintu rumahnya.

Di depan pintu, berdiri seorang nenek tua yang menuntun suaminya yang berjalan tertatih-tatih karena sakit saraf kejepit menahun. Wajah mereka penuh kecemasan, membawa harapan yang tersisa setelah berulang kali berobat namun tak kunjung sembuh karena kendala biaya.

Affan tersenyum ramah. Rasa lelah yang menggelayuti pundaknya seketika sirna, digantikan oleh rasa iba yang mendalam. Bagi Affan, ketukan pintu dari warga yang kesakitan adalah panggilan langsung dari Tuhan yang tidak boleh ia abaikan.

Sajadah Pengabdian di Ruang Tamu, Tanpa berganti pakaian dinas lengkap, Affan langsung mempersilakan pasangan lansia itu masuk. Teras dan ruang tamunya yang sederhana seketika berubah menjadi ruang perawatan yang dipenuhi doa.

Sambil memijat titik-titik saraf sang kakek dengan lembut, mulut Affan tidak berhenti melafalkan zikir. Ia sadar, jemari tangannya hanyalah perantara. Kesembuhan sejati datangnya dari Allah SWT. Di ruangan itu, tidak ada kotak amal. Tidak ada tarif pendaftaran. Semuanya murni gratis.

“Pak Polisi, berapa yang harus kami bayar?” tanya sang nenek dengan suara bergetar sambil meraba kantong bajunya yang tipis.

Affan memegang tangan nenek tersebut dengan lembut dan berkata, “Bayarlah dengan doa, Nek. Doakan agar saya selalu diberi kesehatan untuk terus membantu sesama. Upah saya sudah disiapkan oleh Gusti Allah di akhirat nanti.”

Mendengar ucapan itu, air mata sang nenek tumpah. Di dalam hati, ia tak menyangka di balik seragam polisi yang tampak tegas dan gagah, mengalir mata air kebaikan yang begitu menyejukkan.

Sisi Humanis yang Menyentuh Langit, Jalan sunyi yang dipilih Aiptu Affan adalah khotbah terbaik tanpa kata-kata. Ia membuktikan kepada dunia bahwa institusi Kepolisian memiliki sisi humanis yang sangat dalam. Ketika orang lain berlomba-lomba menumpuk harta duniawi, Affan justru sibuk menabung pahala untuk kehidupan setelah mati.

Setiap tetap keringat yang jatuh saat ia menyembuhkan raga warga yang sakit menjadi saksi bisu sebuah keikhlasan. Ia tidak butuh pujian manusia, karena baginya, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain. Melalui ketulusan batinnya, Aiptu Affan telah menjaga marwah seragamnya sekaligus merawat fitrahnya sebagai hamba Tuhan yang penuh kasih.
Diva

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.