Terobosan Ponpes Annuqayah: Gandeng BI, Sulap Pesantren Jadi Pusat Ekonomi Digital!

oleh -28 Dilihat
oleh
banner 468x60

SUMENEP, Garudasatunews.id — Berdiri kokoh sejak 1887, Pondok Pesantren Annuqayah di Sumenep, Jawa Timur, tidak hanya berfokus pada pendidikan keagamaan. Dengan ekosistem yang menampung hingga 10.000 jiwa terdiri dari santri, guru, hingga karyawan pesantren legendaris ini resmi bertransformasi menjadi pusat kemandirian ekonomi daerah.

Melalui yayasan dan koperasi, Annuqayah kini mengelola sederet unit usaha produktif mulai dari sektor ritel, pertanian, perkebunan, tambak, hingga produksi air minum dalam kemasan (AMDK). Tak berhenti di situ, potensi ekonomi ini turut diperkuat oleh jaringan alumni melalui unit bisnis Kanca Kona Retail.

Pengurus Pondok Pesantren Annuqayah, KH. Moh. Naqib Hasan, M.Pd.I., menegaskan bahwa langkah ini diambil agar lembaga tidak melulu bergantung pada iuran santri.
“Kita tidak bisa terus-menerus mengandalkan pemasukan dari santri dan wali santri. Bagaimanapun, pesantren harus beralih menuju kemandirian ekonomi,” ujar KH. Naqib Hasan. Sabtu,(22/08/26).

Langkah strategis Annuqayah mendapat dorongan penuh dari Bank Indonesia (BI). Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, Rifki Ismal, menyebut Annuqayah memiliki potensi besar yang dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat luas.

Dukungan BI diwujudkan melalui modernisasi pertanian termasuk penyediaan mesin harvester combine pendampingan tata kelola, digitalisasi pembayaran berbasis QRIS, hingga perluasan akses pasar melalui virtual market.

“Harapan kami, santri yang lulus dari sini tidak hanya menjadi ulama, tetapi juga ulama yang berjiwa pengusaha (sociopreneur),” tegas Rifki.

Menariknya, kemandirian ekonomi di Annuqayah berjalan selaras dengan kepedulian lingkungan melalui penerapan ekonomi hijau. Lewat gerakan Wadah Makanan Anti Plastik (WAMAS) dan kelompok Pemulung Sampah Gaul (PSG), sampah yang terkumpul dikelola UPT Jatian untuk didaur ulang menjadi paving block.

Langkah terpadu ini makin mempertegas posisi Annuqayah sebagai pelopor pesantren mandiri, berdaya saing digital, dan berwawasan lingkungan di Jawa Timur. (Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.