Bikin Heboh! Kopdes di Ternadi Kudus Berdiri di Tengah Sawah, Camat : ” Itu Ada Potensi Besar.! “

oleh -16 Dilihat
oleh
banner 468x60

KUDUS, Garudasatunews.id – Bangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial. Terletak di kawasan perbukitan dengan latar perkebunan yang asri, bangunan ini bahkan dijuluki netizen sebagai salah satu koperasi dengan pemandangan terindah, lantaran berlokasi di tengah-tengah sawah dan perkebunan warga di lereng Muria.

Menanggapi sorotan publik terkait lokasinya yang dinilai terpencil, Camat Dawe, Dian Noor Tamzis, menegaskan bahwa pembangunan Kopdes telah sesuai regulasi dan disepakati melalui Musyawarah Desa (Musdes).

Dian menjelaskan bahwa proyek ini berdiri di atas tanah kas desa seluas 1.000 meter persegi dengan luas bangunan sekitar 200 meter persegi. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan satu-satunya lahan milik desa yang paling luas dan representatif.
“Soal persepsi jauh dari permukiman, sebenarnya jaraknya hanya sekitar 100 meter. Akses jalan sudah ada meski saat ini masih berupa tanah, dan ke depan tentu akan ditingkatkan sesuai kebutuhan pengembangan kawasan,” ujar Dian, Dilansir Jawapos, Senin (17/08/26).

Lebih dari sekadar kantor pelayanan, Dian menilai letak geografis Kopdes Ternadi di lereng Gunung Muria justru menyimpan potensi ekonomi yang besar. Selain menawarkan panorama alam, lokasi ini sangat strategis untuk dikembangkan sebagai pusat pengolahan dan pemasaran Kopi Ternadi komoditas unggulan daerah setempat.

Nada senada disampaikan Dandim 0722/Kudus, Letkol Arh Yusufa Allan Andriasie. Menurutnya, kesan “terisolasi” pada foto yang viral lebih disebabkan oleh sudut pengambilan gambar (angle camera).
“Jaraknya ke pemukiman tidak sampai 150 meter. Lahan yang dulunya lapangan sepak bola ini berada di jalur perlintasan harian warga. Bahkan, jalurnya sudah bisa dilalui armada truk,” kata Letkol Yusufa.

Dengan aksesibilitas tersebut, Kopdes Ternadi diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan, mulai dari menampung hasil panen petani hingga memperluas jangkauan pasar komoditas lokal.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Ternadi, Arik Wahono, belum memberikan keterangan resmi terkait operasional lanjutan bangunan tersebut.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.