Mbak Wali Ajak Warga Kediri Tak Terprovokasi Hoaks

oleh -28 Dilihat
oleh
Mbak Wali Ajak Warga Kediri Tak Terprovokasi Hoaks
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati
banner 468x60

KEDIRI, Garudasatunews.id – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengajak masyarakat menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi informasi palsu atau hoaks setelah menyimak pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah derasnya arus informasi digital yang memungkinkan sebuah kabar menyebar luas dalam waktu singkat. Masyarakat diminta lebih kritis sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

Ajakan menjaga persatuan disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat kebersamaan masyarakat Kota Kediri. Perbedaan pandangan maupun pilihan, menurut pesan yang disampaikan, tidak semestinya menjadi alasan untuk memecah hubungan sosial di tengah masyarakat.

Vinanda juga mendorong warga agar tidak menjadikan media sosial sebagai ruang untuk menyebarkan informasi yang berpotensi memicu keresahan. Setiap informasi yang diterima perlu diperiksa sumber dan kebenarannya sebelum diteruskan kepada orang lain.

Sikap kritis terhadap hoaks juga berkaitan dengan perlindungan kelompok rentan, termasuk anak. Paparan informasi yang tidak benar dan konten yang tidak sesuai usia dapat berdampak terhadap perkembangan anak. Karena itu, orang tua dan lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan bermedia yang sehat.

Dari sisi pemerintahan, pesan tersebut sekaligus menegaskan pentingnya komunikasi publik yang terbuka dan dapat dipercaya. Informasi mengenai kebijakan maupun kegiatan pemerintah perlu disampaikan melalui sumber yang jelas sehingga masyarakat tidak mudah terjebak kabar yang tidak terverifikasi.

Pemerintah Kota Kediri sebelumnya juga menempatkan persatuan dan kebersamaan sebagai bagian dari berbagai kegiatan kemasyarakatan. Wali Kota Vinanda, misalnya, pernah mengajak masyarakat memperkuat iman dan persatuan dalam momentum Tahun Baru Hijriah 1448 H.

Di tengah perkembangan teknologi informasi, tantangan menjaga persatuan bukan hanya datang dari perbedaan di ruang nyata, tetapi juga dari informasi yang beredar di ruang digital. Karena itu, masyarakat Kediri diingatkan untuk mengedepankan verifikasi, tidak reaktif, serta tidak ikut menyebarkan kabar yang belum terbukti.

Pesan tersebut pada akhirnya menempatkan warga sebagai bagian penting dalam menjaga situasi sosial tetap kondusif. Persatuan tidak hanya menjadi slogan dalam momentum kebangsaan, tetapi juga membutuhkan tanggung jawab bersama dalam menyaring informasi dan menggunakan media sosial secara bijak.

(Red-Garudasatunews)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.