Konsumsi Listrik Madura Melesat, PLN Menerjunkan Tim Khusus dan Percepat Proyek Pembangkit.

oleh -16 Dilihat
oleh
IMG-20260815-WA0041
IMG-20260815-WA0041
banner 468x60

 

MADURA, Garudasatunews.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur bergerak cepat memperkuat keandalan sistem kelistrikan di Pulau Madura. Guna memastikan pasokan listrik tetap optimal seiring lonjakan konsumsi masyarakat, tim gabungan PLN melakukan inspeksi lapangan secara komprehensif pada 13–14 Agustus 2026.

 

​Peninjauan ini dipimpin langsung oleh Senior Manager Perencanaan PLN UID Jawa Timur, Imam Asrori, bersama jajaran dari Kantor Pusat, Unit Induk, hingga Unit Pelaksana. Tim menyisir sejumlah infrastruktur vital, mulai dari Gardu Induk (GI) Sumenep, Guluk-Guluk, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, hingga jalur transmisi Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Bangkalan–Sampang.

 

​Tantangan Beban Puncak & Solusi Strategis :

​Hasil evaluasi lapangan mencatat bahwa sistem kelistrikan Madura saat ini masih bersifat radial dari Bangkalan hingga Sumenep. Di sisi lain, tren pertumbuhan penjualan listrik PLN UP3 Madura melesat 7,5% dengan total pelanggan mencapai 1.236.523.

​Kondisi tersebut berdampak langsung pada pembebanan jaringan. Jalur SUTT 150 kV Bangkalan–Sampang sempat menyentuh beban puncak hingga 98,88% (296,44 MW) pada pertengahan Mei 2026. Sementara jalur Sampang–Pamekasan mencatat pembebanan tertinggi 63,71% (191,14 MW) pada awal Januari 2026. PLN memprediksi masih akan ada tambahan beban sekitar 21 MW hingga penghujung tahun 2026.

 

​Menanggapi tantangan ini, PLN UID Jawa Timur menyiap skema perbaikan komprehensif, di antaranya :

1. ​Rekonduktoring Transmisi: Penambahan kapasitas transmisi melalui peremajaan konduktor pada jalur SUTT 150 kV Bangkalan–Sampang dan Sampang–Pamekasan.

2. ​Sistem Looping: Persiapan pembangunan sistem looping SUTT 150 kV dari GI Bangkalan menuju GI Guluk-Guluk yang ditargetkan rampung pada 2027.

3. ​Pembangkit Baru: Percepatan skema sewa PLTMG berkapasitas 30 MW di Sumenep yang ditargetkan beroperasi penuh pada akhir 2026 guna mengurangi ketergantungan pasokan tunggal.

 

​Komitmen untuk Ekonomi Madura

​Senior Manager Perencanaan PLN UID Jawa Timur, Imam Asrori, menegaskan bahwa peninjauan langsung ini sangat krusial agar setiap keputusan teknis tepat sasaran sesuai kondisi riil di lapangan.

​”Semangat Hari Kemerdekaan RI ini kami jadikan momentum untuk turun langsung memastikan infrastruktur dalam kondisi prima. Hasil evaluasi ini menjadi pijakan utama kami untuk mempercepat rekonduktoring dan pengoperasian pembangkit baru di Sumenep,” ujar Imam.

 

​Ia menambahkan, penguatan infrastruktur kelistrikan Madura merupakan prioritas utama demi mendukung roda ekonomi daerah. “Kami berkomitmen menjaga pasokan listrik tetap andal sehingga aktivitas masyarakat maupun iklim investasi di Pulau Madura dapat terus berkembang tanpa kendala keterbatasan daya,” pungkasnya.(red-gsn)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.